Showbiz

Ruben Onsu Hentikan Nafkah Rp240 Juta Karena Biaya Rumah Tangga Membengkak

10
×

Ruben Onsu Hentikan Nafkah Rp240 Juta Karena Biaya Rumah Tangga Membengkak

Sebarkan artikel ini
terungkap-alasan-ruben-onsu-hentikan-nafkah-anak-rp240-juta,-kuasa-hukum-beberkan-faktanya
terungkap alasan ruben onsu hentikan nafkah anak rp240 juta, kuasa hukum beberkan faktanya

Jakarta – Keputusan Ruben Onsu menghentikan pembayaran nafkah anak yang mencapai sekitar Rp240 juta per bulan kini menjadi sorotan publik. Langkah ini diambil di tengah hangatnya pembahasan mengenai hak asuh anak serta beredarnya video viral yang melibatkan putri sang presenter.

Kebijakan finansial yang mendadak ini memicu beragam spekulasi di masyarakat. Publik mempertanyakan alasan di balik penghentian kewajiban yang selama ini rutin diberikan Ruben kepada anak-anaknya pasca perceraian.

Menanggapi hal tersebut, kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menegaskan bahwa langkah kliennya bukan didasari oleh emosi sesaat. Ruben merasa perlu adanya transparansi dan kejelasan mengenai penggunaan dana yang selama ini ia gelontorkan.

Minola membeberkan bahwa selama ini Ruben tidak hanya membiayai kebutuhan langsung anak-anaknya. Sebagian besar dana tersebut ternyata juga digunakan untuk menanggung berbagai biaya operasional rumah tangga.

“Ya, jadi meskipun sebenarnya kadang-kadang kita lucu ya. Kalau misalnya kita lihat, kalau kita boleh mengingatkan, ini ada pengeluaran-pengeluarannya, sekitar Rp243 juta,” kata Minola Sebayang pada Rabu, 10 Juni 2026.

Ia menambahkan, dari total dana tersebut, memang terdapat pos yang berkaitan langsung dengan kebutuhan anak, seperti biaya pendidikan dan uang saku.

“Dari Rp243 juta ini, ada yang memang menurut kami sesuatu hal yang wajar. Misalnya uang sekolah, ini masih wajar. Anak tiga, artinya masing-masing anak itu juga ada allowance-nya untuk kepentingan anak,” ujarnya.

Namun, Minola menjelaskan bahwa terdapat pula komponen biaya lain yang nilainya cukup besar, namun lebih menyerupai kebutuhan rumah tangga secara keseluruhan.

Ia mencontohkan berbagai pengeluaran seperti gaji pengasuh, biaya laundry, hingga sopir yang selama ini turut ditanggung oleh Ruben. Kondisi ini membuat Ruben merasa bahwa tanggung jawab yang dipikulnya selama ini bukanlah nafkah anak semata.

“Jadi sebenarnya yang ditanggung oleh Ruben selama ini bukan semata-mata uang nafkah anak. Padahal harusnya yang menjadi prioritas Ruben kan adalah anaknya,” kata Minola.

Selain persoalan finansial, faktor lain yang menjadi pertimbangan utama Ruben adalah kondisi hubungannya dengan anak-anak. Pihak Ruben menyebut, meski seluruh kebutuhan telah dipenuhi, ia masih mengalami kesulitan untuk bertemu maupun berkomunikasi dengan buah hatinya.