Ecozone

Reksadana Saham Berpeluang Rebound Meski Volatilitas Pasar Masih Membayangi

24
×

Reksadana Saham Berpeluang Rebound Meski Volatilitas Pasar Masih Membayangi

Sebarkan artikel ini
a51e83723763d57c9fa6533d47efd3b4.jpg
a51e83723763d57c9fa6533d47efd3b4.jpg

Jakarta – Industri reksadana domestik menghadapi tantangan berat sepanjang Mei 2026 akibat sentimen risk-off yang mendominasi pasar keuangan global. Ketidakpastian arah suku bunga The Fed dan penguatan indeks dolar Amerika Serikat memicu arus keluar modal dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, yang berdampak langsung pada performa aset investasi.

Data Infovesta mencatat reksadana saham menjadi instrumen dengan koreksi terdalam, yakni mencapai 10,22% secara bulanan dan 17,66% sejak awal tahun. Tren serupa dialami reksadana campuran yang melemah 5,13% pada Mei 2026 atau 8,71% secara tahun berjalan.

Di sisi lain, reksadana pasar uang tetap menunjukkan ketahanan dengan membukukan imbal hasil positif sebesar 0,27% secara bulanan. Reksadana pendapatan tetap turut mencatatkan kenaikan tipis 0,22% pada periode yang sama, meskipun secara year to date masih terkoreksi 0,62% akibat volatilitas yield Surat Utang Negara.

Senior Vice President Head of Retail, Product Research & Distribution Henan Putihrai Asset Management (HPAM), Reza Fahmi Riawan, menjelaskan bahwa tekanan pasar dipicu oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik. Selain kenaikan yield US Treasury, pasar dalam negeri juga tertekan oleh pelemahan nilai tukar rupiah, penurunan minat investor asing, serta proses rebalancing indeks MSCI.

Menanggapi kondisi ini, manajer investasi kini lebih mengedepankan strategi manajemen risiko yang ketat. Untuk instrumen pendapatan tetap, fokus dialihkan pada obligasi tenor pendek hingga menengah guna memitigasi risiko kenaikan yield.

Pada portofolio saham, manajer investasi bersikap lebih selektif dengan memprioritaskan emiten yang memiliki fundamental kuat, neraca keuangan sehat, serta arus kas solid. Emiten sektor ekspor dan perusahaan yang memiliki pendapatan dalam dolar AS menjadi pilihan utama karena dianggap memiliki pelindung alami terhadap pelemahan rupiah.

Reza menekankan bahwa fokus utama saat ini bukan mengejar keuntungan agresif jangka pendek, melainkan menjaga imbal hasil yang disesuaikan dengan risiko. Investor disarankan untuk tidak terburu-buru melakukan pembelian sekaligus di tengah sensitivitas pasar saat ini.

Strategi akumulasi bertahap dinilai lebih relevan untuk mengurangi risiko waktu (timing risk) bagi investor yang ingin masuk ke pasar saham. Sementara bagi investor konservatif, reksadana pasar uang dan pendapatan tetap masih menjadi pilihan paling aman di tengah tingginya volatilitas pasar.

Memasuki Juni 2026, volatilitas diperkirakan masih berlanjut. Kinerja reksadana saham dan campuran ke depan akan sangat bergantung pada stabilitas nilai tukar rupiah, aliran dana asing, serta kepastian kebijakan moneter global yang lebih konkret.

4cb33fb0544865eadb2e8f4d29e78b28.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit pada awal Juni 2026 setelah mengalami tekanan pada penghujung Mei. Pada penutupan perdagangan Selasa (2/6/2026), IHSG menguat 1,11% atau naik 67,85 poin ke level 6.195,42. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dihimpun RTI, pergerakan IHSG sepanjang hari berada di zona hijau. Baca Juga: Fenesia Sell Rp 518 Miliar Saat IHSG Menguat, Cek Fenesia Sell…

508629bc5e5198894c94014dd16d1d1c.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Masyarakat, khususnya para pensiunan aparatur sipil negara, TNI, dan Polri, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya peredaran informasi palsu (hoaks) yang mengatasnamakan instansi pemerintah. Baru-baru ini, beredar sebuah narasi di berbagai platform media sosial mengenai pembukaan program pendaftaran pencairan “Dana Bantuan Khusus Pensiunan Tahun 2026”. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Biro…

017fe92b08d4bcc3881c5e6ffb8d0de9.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) alias Surge tengah dikepung sentimen positif. Mulai dari peresmian IRA – Internet Rakyat untuk Jawa, Maluku dan Papua hingga momentum piala dunia. Pada 26 Mei 2026, WIFI melalui anak usahanya PT Telemedia Komunikasi Pratama meluncurkan IRA – Internet Rakyat secara serentak di wilayah Regional-1 yang mencakup Pulau Jawa, Maluku dan Papua. Infrastruktur IRA – Internet Rakyat saat ini…

159b4b46f901e7419491e41d3bd9f2d4.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 68,04 poin atau 1,11% ke 6.195,42 pada akhir perdagangan Selasa (2/6/2026). Sebanyak 281 saham naik, 389 saham turun dan 147 saham stagnan. Hanya empat indeks sektoral yang selamat ke zona hijau. Sedangkan tujuh indeks sektoral lainnya masuk zona merah. Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor energi yang naik 1,61%, sektor barang baku naik 1,32% dan sektor…