New York – Perhatian publik tertuju pada sosok Rama Duwaji, istri dari Zohran Mamdani, Wali Kota New York terpilih yang berlatar belakang imigran, muslim, dan kelahiran Uganda. Rama Duwaji, seorang ilustrator dan animator berbakat berdarah Arab-Amerika, akan mengemban posisi sebagai First Lady of New York City mulai 1 Januari 2026. Latar belakang dan perjalanan hidup perempuan berusia 28 tahun ini menarik minat publik, terutama karena ia dikenal lewat karya visualnya yang menggabungkan elemen seni, identitas, dan kemanusiaan.
Profil Rama Duwaji, First Lady of New York City
Lahir di Houston, Texas, pada 30 Juni 1997, Rama merupakan putri dari pasangan imigran Suriah. Ayahnya adalah seorang pengembang perangkat lunak dan ibunya seorang dokter. Saat berusia sembilan tahun, Rama dan keluarganya pindah ke Dubai, Uni Emirat Arab, tempat ia menghabiskan masa mudanya sebelum melanjutkan pendidikan tinggi di Amerika Serikat.
Rama menyelesaikan pendidikan Bachelor of Fine Arts dari Virginia Commonwealth University pada 2019. Ia kemudian melanjutkan studi Magister Seni di School of Visual Arts, New York, yang berhasil dituntaskannya pada 2024.
Sejak awal, ia telah dikenal sebagai ilustrator dan animator yang juga memiliki ketertarikan pada seni keramik tangan. Karya-karya visualnya kerap menghiasi publikasi bergengsi.
Meskipun dikenal sebagai seniman dengan karya yang telah menarik perhatian luas, Rama dikenal sangat menjaga kehidupan pribadinya dari sorotan media. Ia kini bermukim di Brooklyn, New York. Dalam sebuah wawancara pada 2019, ia pernah mengungkapkan bahwa seni baginya adalah ruang refleksi pribadi. “Saya membuat karya untuk orang-orang yang peduli dengan hal-hal yang saya pedulikan,” ujarnya.
Bertemu dengan Zohran Mamdani di Aplikasi Kencan
Kisah romansa Rama Duwaji dan Zohran Mamdani bersemi di dunia digital. Keduanya pertama kali bertemu melalui aplikasi kencan Hinge pada 2021. Setelah beberapa tahun berpacaran, pasangan ini bertunangan pada Oktober 2024 dan melangsungkan akad nikah secara tertutup dua bulan kemudian. Pernikahan sipil mereka resmi tercatat di Balai Kota New York pada Februari 2025.
Pernikahan Rama dan Zohran digambarkan berlangsung sangat simpel namun penuh makna. Dengan gaun putih dan sepatu bot setinggi lutut, Rama berjalan menuju kantor panitera kota, menggenggam bunga di satu tangan dan tangan Zohran Mamdani di tangan lainnya, tanpa rombongan besar. Momen pernikahan mereka diabadikan oleh seorang teman dekat sekaligus fotografer.
Dalam pidato politiknya, Zohran Mamdani juga sempat menyampaikan apresiasi mendalam kepada sang istri. “Untuk istriku yang luar biasa, Rama, hayati,” kata Mamdani dengan menggunakan bahasa Arab yang mengartikan “hidupku.” Ia menambahkan, “Tidak ada seorang pun yang lebih aku inginkan berada di sisiku saat ini.” Hal tersebut menunjukkan betapa penting hadirnya Duwaji di hidup Mamdani.
Meski kini akan mengemban peran sebagai pendamping politikus muda, Rama Duwaji tetap bertekad untuk dilihat sebagai seniman independen. Ia berkomitmen memanfaatkan seni sebagai medium untuk menyuarakan pengalaman dan jati dirinya, menunjukkan bahwa keterlibatannya di dunia politik tidak akan mengikis prinsip seninya.







