Berita

Rachmat Irianto Jaga Harmoni di Tengah Wajah Baru Persebaya

13
×

Rachmat Irianto Jaga Harmoni di Tengah Wajah Baru Persebaya

Sebarkan artikel ini
Rachmat Irianto saat sesi latihan bersama skuad Persebaya Surabaya untuk persiapan musim 2026/2027.
Rachmat Irianto berperan penting dalam menjaga harmoni dan adaptasi pemain di tengah perombakan skuad Persebaya Surabaya.

Fenesia – Pemain bertahan Rachmat Irianto mengambil peran krusial dalam menjaga harmoni serta mempercepat proses adaptasi pemain di skuad Persebaya Surabaya menjelang bergulirnya kompetisi musim 2026/2027 pada Rabu (15/7/2026).

Dikutip dari Persebaya.id, kehadiran sosok yang memahami kultur klub ini menjadi aset strategis bagi pelatih Bernardo Tavares dalam menyatukan kombinasi pemain senior, talenta muda, dan rekrutan asing di dalam tim.

Persebaya Surabaya saat ini sedang melakukan perombakan komposisi pemain yang menuntut adanya sinergi cepat antarindividu sebelum musim kompetisi resmi dimulai.

Rachmat Irianto, yang kini berusia 26 tahun, dinilai memiliki kedekatan emosional dengan identitas Green Force karena telah menghabiskan enam musim bersama klub tersebut sebelum sempat berkarier di tempat lain.

Dalam proses integrasi pemain, Rachmat Irianto menekankan bahwa komunikasi yang intens merupakan kunci utama agar perbedaan karakter dan budaya di ruang ganti dapat teratasi dengan baik.

“Kami memiliki banyak pemain baru, baik pemain muda, pemain senior maupun pemain asing,” kata Rachmat Irianto.

“Sebagai salah satu pemain yang cukup lama mengenal Persebaya, saya tentu berusaha membantu mereka beradaptasi,” ujar Rachmat Irianto.

“Yang terpenting adalah membangun komunikasi yang baik agar semua bisa merasa nyaman dan cepat menyatu dengan tim,” tambah Rachmat Irianto.

Upaya membangun kekompakan tim ini dilakukan tidak hanya di lapangan latihan, tetapi juga melalui interaksi harian di luar sesi latihan resmi.

Keberadaan pemain yang memahami kultur klub membantu rekrutan anyar untuk mengerti ekspektasi besar serta tanggung jawab yang melekat saat mengenakan jersey Green Force.

Rachmat Irianto memandang perpaduan antara pemain berpengalaman dan generasi muda sebagai modal berharga dalam membangun fondasi tim yang kompetitif.

“Pemain muda memiliki potensi yang besar dan masa depan yang cerah,” kata Rachmat Irianto.

“Tugas kami yang lebih berpengalaman adalah membantu mereka berkembang, baik melalui masukan di lapangan maupun berbagi pengalaman selama berkarier,” tutur Rachmat Irianto.

“Semoga mereka bisa terus berkembang dan memberikan kontribusi besar untuk Persebaya,” ucap Rachmat Irianto.

Terkait pembentukan kekompakan, Rachmat Irianto menegaskan bahwa proses tersebut membutuhkan waktu dan konsistensi tinggi dari seluruh anggota tim.

“Kekompakan tidak terbentuk dalam satu atau dua hari,” ujar Rachmat Irianto.

“Kami harus membangunnya setiap hari, baik saat latihan maupun di luar lapangan,” kata Rachmat Irianto.

“Jika hubungan antarpemain kuat, maka itu akan sangat membantu tim ketika menghadapi situasi sulit selama kompetisi,” jelas Rachmat Irianto.

Sebagai putra dari mendiang Bejo Sugiantoro, Rachmat Irianto merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nilai-nilai loyalitas dan kecintaan terhadap Persebaya Surabaya.

Ia berharap para pemain baru dapat memahami kedekatan emosional antara klub dengan basis suporter Bonek dan Bonita.

“Persebaya memiliki kultur yang sangat kuat dan berbeda,” tutur Rachmat Irianto.

“Saya ingin membantu teman-teman yang baru bergabung agar bisa memahami apa arti klub ini, bagaimana dukungan suporternya, dan seperti apa tanggung jawab ketika mengenakan jersey Persebaya,” tegas Rachmat Irianto.

“Semoga kami semua bisa memberikan yang terbaik untuk klub dan masyarakat Surabaya,” tutup Rachmat Irianto.

Mikel Oyarzabal merayakan gol penalti untuk Spanyol saat melawan Prancis di semifinal Piala Dunia 2026
Berita

Ringkasan Berita: Spanyol menutup babak pertama semifinal Piala Dunia 2026 dengan keunggulan 1-0 atas Prancis. Gol semata wayang dicetak Mikel Oyarzabal melalui tendangan penalti pada menit ke-22. Bayu Ajianto menilai semifinal Piala Dunia 2026 menghadirkan duel ideal. Menurutnya, Spanyol dan Prancis merupakan dua tim dengan permainan paling dominan di turnamen. Spanyol tampil lebih efektif sepanjang babak pertama, sementara Prancis kesulitan…