Banyumas – Ketua PWI Banyumas, Lilik Darmawan, mengajak jurnalis untuk adaptif terhadap tantangan digital.
Ajakan ini disampaikan melalui pemanfaatan teknologi, konvergensi media, dan penguatan peran pers sebagai pilar demokrasi.
Hal itu disampaikan saat tasyakuran HPN 2026 dan HUT Ke-80 PWI di Gedung PWI Banyumas, Jumat (13/2/2026).
Lilik optimistis jurnalis di Banyumas mampu menghadapi perubahan dengan beradaptasi.
Tantangan pers saat ini tak hanya soal kualitas jurnalistik.
Namun juga keberlanjutan usaha media di tengah perubahan pola konsumsi informasi dan persaingan platform digital.
Adaptasi menjadi kunci agar media tetap relevan dan dipercaya.
Adaptasi bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi, termasuk AI.
Penggunaan AI bisa membantu proses kerja jurnalistik seperti pengolahan data dan penunjang produksi konten.
Namun, AI tak bisa menggantikan peran jurnalis dalam verifikasi, peliputan langsung, dan pendalaman materi berita.
Selain teknologi, konvergensi antara media arus utama dan media sosial juga menjadi kebutuhan.
“Integrasi tersebut penting untuk memperluas jangkauan distribusi informasi sekaligus memperkuat interaksi dengan pembaca,” kata Lilik.
Media arus utama tak bisa lagi berjalan sendiri tanpa dukungan kanal digital dan media sosial.







