Ecozone

Prospek dan Rekomendasi Saham Emiten Ritel Pasca Kehadiran Kopdes Merah Putih

21
×

Prospek dan Rekomendasi Saham Emiten Ritel Pasca Kehadiran Kopdes Merah Putih

Sebarkan artikel ini
5da3df68d8f5676f72047a5941e62ba2.jpg
5da3df68d8f5676f72047a5941e62ba2.jpg

Jakarta – Rencana pemerintah untuk mengoperasikan 20.000 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih pada Agustus 2026 dipastikan tidak akan menggoyahkan fundamental bisnis emiten ritel modern di Indonesia. Para pelaku industri ritel skala besar menilai kehadiran koperasi tersebut tidak memberikan dampak material, baik terhadap kinerja operasional, rantai pasok, maupun keberlangsungan gerai yang ada saat ini.

Target pembangunan 20.000 unit Kopdes Merah Putih tersebut merupakan penyesuaian dari rencana awal yang sebelumnya dipatok mencapai 30.000 unit. Meski program ini masif, emiten ritel nasional tetap optimistis melanjutkan rencana ekspansi mereka di berbagai wilayah.

Corporate Secretary PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), Tomin Widian, mengungkapkan bahwa hingga saat ini tidak ada penutupan gerai yang disebabkan oleh kehadiran Kopdes Merah Putih. Perseroan tetap berpegang pada strategi penguatan layanan, pemenuhan kebutuhan barang yang relevan, serta penerapan harga kompetitif sebagai kunci daya saing. AMRT bahkan tetap konsisten menjalankan agenda penambahan 800 gerai baru hingga akhir tahun 2026, baik di pasar domestik maupun internasional.

Senada dengan langkah tersebut, Corporate Secretary PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), Suantopo Po, menegaskan bahwa model bisnis ritel modern memiliki segmentasi dan karakteristik yang berbeda dengan koperasi desa. Perbedaan model bisnis ini membuat kedua entitas tersebut justru dapat saling melengkapi dalam melayani kebutuhan masyarakat. MIDI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan pelanggan dan tetap melanjutkan rencana ekspansi sebanyak 200 gerai baru hingga akhir 2026.

Dari sisi entitas lainnya, Corporate Secretary PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET), Kiki Yanto Gunawan, menyatakan bahwa pihaknya tidak melihat adanya dampak material terhadap wilayah operasional maupun gerai milik entitas asosiasi perusahaan terkait keberadaan koperasi tersebut. Kiki menilai industri ritel modern nasional masih memiliki ruang pertumbuhan yang luas seiring dengan peningkatan konsumsi masyarakat dan perluasan akses ritel di berbagai daerah.

Menanggapi kabar mengenai penutupan atau penyesuaian operasional gerai di wilayah tertentu, seperti di Lombok Tengah, pihak emiten menegaskan bahwa hal tersebut murni merupakan hasil evaluasi internal. Langkah tersebut dilakukan demi menjaga kepatuhan terhadap perizinan dan tata ruang daerah, serta merupakan bagian dari proses bisnis rutin yang tidak berkaitan dengan kehadiran Kopdes Merah Putih.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, memperkuat pandangan tersebut dengan menyatakan bahwa Kopdes Merah Putih akan lebih fokus melayani masyarakat di wilayah pelosok. Segmen pasar ini dinilai tidak bersinggungan langsung dengan ritel modern yang umumnya lebih terkonsentrasi di kawasan perkotaan dan pusat pertumbuhan ekonomi.

Nafan menekankan bahwa diferensiasi produk dan karakteristik pasar yang kontras menjadi pelindung bagi emiten ritel modern. Menurutnya, emiten ritel masih memiliki potensi besar untuk melakukan penetrasi ke kota-kota lapis kedua dan ketiga di luar Pulau Jawa. Dengan target pembentukan Kopdes yang lebih moderat, dampak terhadap industri ritel modern diperkirakan akan sangat terbatas. Berdasarkan analisis fundamental dan prospek pasar tersebut, Nafan memberikan rekomendasi akumulasi beli untuk saham AMRT dengan target harga terdekat di level Rp 1.415 per saham.

0d44ff5c777acf31f3f0df876cc9f743.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tekanan di pasar saham domestik masih belum mereda. Setelah anjlok 8,73% dalam sepekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 5.594,76 pada Jumat (7/6/2026), sehingga total koreksinya sejak awal tahun mencapai 35,3%. Di tengah kondisi tersebut, analis mulai merekomendasikan investor untuk mengakumulasi saham-saham berfundamental kuat yang harganya sudah terkoreksi signifikan. Analis dan Branch Manager Panin…

995ae00a5b6a822efdecb2c511ccae28.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – Pada Minggu (7/6), harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (ANTM) tetap bertahan pada harga Rp 2.738.000 per gram, sama seperti harga sebelumnya. Di lain sisi, harga buyback atau pembelian kembali oleh Logam Mulia juga terpantau tetap pada harga Rp 2.531.000 per gram seperti harga sebelumnya. Rincian Potensi Laba Rugi Investasi Emas Antam Bagaimana rincian potensi untung dan rugi investasi emas…

cc3a152ee4e9dd696c04e5ab012ec832.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat tipis pada Jumat (5/6/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot menguat tipis 0,07% secara harian ke Rp 18.036 per dolar AS pada Jumat (5/6/2026). Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah berada di level Rp 18.039 per dolar AS pada Jumat (5/6), nilai ini sama dengan penutupan pada perdagangan kemarin (4/6). Presiden Komisaris HFX International…

01f66712b08739d0dcfb2ea68d1b8eb0.jpg
Ecozone

Fenesia – Mayoritas pasar saham di kawasan Teluk ditutup melemah pada perdagangan hari Minggu (7/6/2026). Penurunan ini dipicu oleh eskalasi konflik terbaru yang kembali mengaburkan berbagai upaya diplomatik untuk mengakhiri perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Militer AS menyatakan bahwa pasukannya telah menggempur sejumlah instalasi radar pesisir pantai milik Iran pada hari Sabtu. Langkah tersebut diambil setelah AS berhasil…