Ecozone

Bursa saham Timur Tengah berjatuhan imbas eskalasi baru konflik AS-Iran

15
×

Bursa saham Timur Tengah berjatuhan imbas eskalasi baru konflik AS-Iran

Sebarkan artikel ini
01f66712b08739d0dcfb2ea68d1b8eb0.jpg
01f66712b08739d0dcfb2ea68d1b8eb0.jpg

Riyadh – Konflik yang kembali memanas antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memicu aksi jual di mayoritas bursa saham kawasan Teluk pada perdagangan Minggu (7/6/2026). Eskalasi militer di akhir pekan ini membuyarkan harapan pasar terhadap penyelesaian diplomatik yang sebelumnya sempat meredam kekhawatiran global.

Ketegangan mencapai titik didih setelah militer AS menggempur sejumlah instalasi radar pesisir milik Iran pada Sabtu. Operasi militer ini merupakan respons atas keberhasilan AS mencegat gelombang serangan pesawat nirawak (drone) Iran yang menyasar kawasan strategis Selat Hormuz.

Indeks acuan Arab Saudi mencatatkan koreksi sebesar 0,6%. Pelemahan di bursa Riyadh dipicu oleh jatuhnya saham Saudi Arabian Mining Company sebesar 3,1% dan saham raksasa minyak Saudi Aramco yang terkoreksi 0,6%. Selain itu, saham Kingdom Holding Company merosot 3% dan memperpanjang tren penurunan, meski sebelumnya sempat melonjak karena isu rencana penawaran saham perdana SpaceX milik Elon Musk.

Sentimen negatif juga menjalar ke bursa regional lainnya akibat kontak senjata yang terjadi sepanjang akhir pekan. Indeks bursa Qatar melemah 0,3% seiring dengan merosotnya saham Qatar National Bank sebesar 1,2%.

Di Kuwait, indeks saham tergelincir 0,5% setelah militer setempat mengonfirmasi upaya penghalauan tujuh rudal balistik yang melintasi kawasan pemukiman. Meski serangan tersebut menyebabkan kerusakan material, pemerintah memastikan tidak ada korban jiwa. Situasi serupa terjadi di Bahrain, di mana sirine peringatan udara berbunyi dan warga diimbau segera mencari tempat perlindungan. Meski pasar saham Bahrain mencatatkan kenaikan tipis 0,1%, ketegangan tetap menyelimuti negara tersebut.

Di luar kawasan Teluk, sentimen geopolitik turut menekan pasar modal Mesir yang terkoreksi sebesar 0,9%. Pelemahan bursa regional ini terjadi setelah harga minyak mentah berjangka Brent sempat ditutup turun 2% ke level $93,09 per barel pada perdagangan Jumat lalu, di tengah optimisme sesaat pelaku pasar bahwa risiko perang akan mereda.

Berikut adalah rangkuman penutupan indeks saham regional pada 7 Juni 2026:

Arab Saudi: Turun 0,6% ke level 10.929
Qatar: Melemah 0,3% ke level 10.305
Mesir: Anjlok 0,9% ke level 52.165
Oman: Merosot 1,9% ke level 7.519
Kuwait: Berkurang 0,5% ke level 9.181
Bahrain: Naik 0,1% ke level 1.983

cc3a152ee4e9dd696c04e5ab012ec832.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat tipis pada Jumat (5/6/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot menguat tipis 0,07% secara harian ke Rp 18.036 per dolar AS pada Jumat (5/6/2026). Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah berada di level Rp 18.039 per dolar AS pada Jumat (5/6), nilai ini sama dengan penutupan pada perdagangan kemarin (4/6). Presiden Komisaris HFX International…

d9ea3bbd620585654c6e3851c2260e75.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Tren koreksi harga logam mulia di tengah pelemahan pasar saham dan obligasi dinilai dapat menjadi peluang akumulasi bagi investor, terutama yang berorientasi jangka panjang. Pada Minggu (7/6/2026) harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia PT Aneka Tambang (ANTM) dibanderol dengan harga Rp 2.738.000 per gram. Harga ini jauh lebih rendah dibandingkan harga sebulan lalu, (8/5) yang mana harga emas Antam masih berada…