Fenesia – Presiden Donald Trump secara resmi memperkenalkan Priority Appointment Scheduling System (PASS), layanan yang memberikan prioritas penjadwalan wawancara visa bagi pemegang tiket Piala Dunia 2026. Sistem ini diharapkan dapat mempercepat akses suporter internasional, namun di sisi lain, Trump juga memperingatkan kemungkinan pemindahan pertandingan dari kota tuan rumah seperti Seattle jika masalah kriminalitas tidak membaik.
Pengumuman PASS disampaikan dalam konferensi pers di Gedung Putih bersama Presiden FIFA Gianni Infantino. Tujuan utama PASS adalah mempercepat proses administrasi visa sehingga suporter internasional dapat menghadiri pertandingan tanpa terhambat birokrasi yang panjang.
Infantino menegaskan bahwa Piala Dunia 2026 dirancang sebagai turnamen terbesar dan paling inklusif dalam sejarah. Menurutnya, PASS merupakan langkah konkret dalam mewujudkan visi tersebut, sekaligus menggarisbawahi kerja sama erat antara FIFA dan Satuan Tugas Gedung Putih. Lebih dari enam juta tiket telah disiapkan untuk laga yang tersebar di 16 kota di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Namun, di tengah peluncuran PASS, Trump juga melontarkan ancaman terkait keamanan kota tuan rumah. Ia memperingatkan bahwa pertandingan di Seattle bisa dipindahkan jika tingkat kriminalitas kota itu tidak segera membaik.
Penyelenggara tidak akan mengizinkan pertandingan berlangsung di kota yang dinilai berbahaya, dan opsi pemindahan lokasi dapat dilakukan sewaktu-waktu. Ancaman ini muncul setelah terpilihnya Kate Wilson, seorang demokrat sosialis, sebagai wali kota baru Seattle.
Sebelumnya, Trump menuding kota-kota seperti Seattle dan San Francisco dijalankan oleh kelompok kiri radikal, dan ia berjanji memastikan keamanan sebagai prioritas utama penyelenggaraan turnamen.
Latar belakang pengumuman PASS ini juga terkait insiden penolakan masuk dua suporter Portugal yang hendak menyaksikan laga Club World Cup, meskipun telah mengisi formulir ESTA dengan benar. Penolakan itu terjadi di tengah kebijakan imigrasi Trump yang kembali diperketat.
Dengan peluncuran PASS, Amerika Serikat mengirimkan sinyal kuat bahwa mereka ingin mempermudah akses suporter dalam menyaksikan Piala Dunia 2026, sehingga insiden serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.







