Caracas – Pasca penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya oleh militer Amerika Serikat, pemerintah Venezuela membuka peluang kolaborasi dengan AS. Tawaran ini datang dari Delcy Rodriguez, yang kini menjabat sebagai presiden sementara Venezuela.
Rodriguez menyampaikan undangan tersebut melalui platform media sosial Instagram pada hari Minggu. Ia menekankan pentingnya hubungan internasional yang seimbang dan saling menghormati antara kedua negara.
“Kami mengundang pemerintah AS untuk berkolaborasi dengan kami dalam agenda kerja sama yang berorientasi pada pembangunan bersama dalam kerangka hukum internasional guna memperkuat kehidupan bersama yang damai dan berkelanjutan,” tulis Rodriguez.
Prioritas utama Venezuela adalah membangun hubungan yang didasarkan pada kesetaraan kedaulatan dan prinsip non-intervensi, tidak hanya dengan Amerika Serikat, tetapi juga dengan negara-negara lain di kawasan.
Sebelumnya, Presiden Donald Trump memberikan pernyataan terkait situasi ini. Ia menyebut Rodriguez bersikap kooperatif, namun memberikan peringatan keras.
“Kami membutuhkan akses penuh. Kami membutuhkan akses ke minyak dan hal-hal lain di negara mereka yang memungkinkan kami membangun kembali negara tersebut,” ujar Trump ketika ditanya mengenai apa yang ia harapkan dari Rodriguez.
Maduro dan istrinya, Cilia Flores, kini ditahan di Metropolitan Detention Center di Brooklyn, New York. Keduanya menghadapi dakwaan federal AS terkait perdagangan narkoba dan dugaan kerja sama dengan kelompok teroris. Maduro sendiri telah membantah semua tuduhan tersebut.







