Berita

Prabowo Dorong Pencak Silat Masuk Daftar Cabang Olahraga Olimpiade

32
×

Prabowo Dorong Pencak Silat Masuk Daftar Cabang Olahraga Olimpiade

Sebarkan artikel ini
f260e51aedd6c837440d724f1a179602.jpg
f260e51aedd6c837440d724f1a179602.jpg

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyatakan segera mengakhiri masa jabatannya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) yang telah ia pegang selama 23 tahun sejak 2003. Mundurnya Prabowo dari tampuk pimpinan organisasi tersebut dilakukan dalam Musyawarah Nasional (Munas) XVI PB IPSI 2026 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (11/4/2026).

Dalam forum tersebut, Prabowo menitipkan estafet kepemimpinan kepada pengurus baru untuk melanjutkan perjuangan membawa pencak silat ke kancah Olimpiade. Meski mengakui belum berhasil mewujudkan ambisi tersebut selama masa kepemimpinannya, ia optimistis penggantinya nanti mampu membawa olahraga bela diri asli Indonesia itu ke pentas dunia.

Optimisme Menuju Olimpiade

Prabowo menegaskan bahwa perjuangan agar pencak silat dipertandingkan di Olimpiade harus terus berjalan. Ia meyakini langkah tersebut akan membuahkan hasil di masa depan, meskipun perjalanan yang harus ditempuh masih cukup panjang.

“Perjalanan masih jauh, kita berharap pencak silat akan masuk Olimpiade, kita yakin akan masuk,” ujar Prabowo.

Kendati demikian, Presiden mengingatkan agar pegiat silat tidak sekadar terobsesi dengan Olimpiade. Menurutnya, menjaga kemurnian dan mutu pencak silat jauh lebih krusial. Ia percaya bahwa jika kualitas pencak silat terjaga dengan kuat, dunia internasional akan secara alami datang ke Indonesia untuk mempelajarinya.

Semangat Guru dan Regenerasi

Terkait dominasi atlet luar negeri di kancah pencak silat, Prabowo tidak merasa khawatir jika negara lain seperti Vietnam atau Thailand kini mampu menyaingi Indonesia. Ia memandang hal itu sebagai bukti keberhasilan peran Indonesia sebagai guru.

“Kita dulu yang melatih Vietnam, Thailand, akhirnya mereka jadi hebat dan mereka pernah kalahkan kita. Tidak apa-apa, karena itu adalah tugas seorang guru,” ungkapnya.

Presiden juga menyampaikan permohonan maaf karena dalam beberapa tahun terakhir tidak terlalu aktif secara langsung dalam kegiatan PB IPSI. Namun, ia berkomitmen akan tetap memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan organisasi tersebut, bahkan menjanjikan pembinaan yang lebih intensif melalui kapasitasnya sebagai kepala negara.