Berita

Transaksi QRIS Jakarta Kuasai 38 Persen Nasional, Pemprov Perluas Digitalisasi Pasar

12
×

Transaksi QRIS Jakarta Kuasai 38 Persen Nasional, Pemprov Perluas Digitalisasi Pasar

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Kontribusi transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di ibu kota kini mencatatkan capaian signifikan dengan menyumbang sekitar 38 persen dari total volume transaksi QRIS secara nasional. Performa ini merupakan hasil dari akselerasi digitalisasi sistem pembayaran yang dilakukan secara berkelanjutan oleh Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi erat antara Pemprov DKI Jakarta, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sinergi lintas lembaga ini difokuskan untuk mendorong digitalisasi di berbagai lini, termasuk pada sektor pasar rakyat.

Pramono menjelaskan bahwa transaksi QRIS di Jakarta telah mencapai 38 persen dari total transaksi nasional berkat kerja sama antara BI dan OJK dalam mendorong penggunaan pembayaran digital di seluruh pasar yang ada di wilayahnya.

Hal tersebut ia sampaikan saat membuka gelaran Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (4/7/2026).

Pramono merinci, saat ini 153 pasar yang dikelola oleh Pemprov DKI Jakarta telah mengadopsi sistem pembayaran digital berbasis QRIS. Selain itu, sekitar 422.000 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jakarta juga sudah memanfaatkan layanan transaksi digital guna mendukung aktivitas bisnis mereka.

Dalam upaya memacu adopsi layanan tersebut, pemerintah berencana untuk terus menggulirkan berbagai inisiatif, salah satunya dengan kembali mengadakan kompetisi digitalisasi pasar.

Menurut Gubernur, ia telah meminta Dinas UMKM untuk melanjutkan perlombaan pemanfaatan digitalisasi di pasar-pasar Jakarta. Ia meyakini, dengan melombakan pasar dan perbankan yang terlibat, volume transaksi digital akan meningkat jauh lebih besar.

BI Perluas Ekosistem Pembayaran Digital

Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menyebutkan bahwa perluasan penggunaan QRIS menjadi salah satu agenda utama dalam perhelatan Jakarta Kreatif Festival 2026. Melalui program QRIS Jelajah Indonesia, BI terus memperluas penetrasi pembayaran digital sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital di ibu kota.

Selain berfokus pada pembayaran digital, BI juga mengedepankan sejumlah program prioritas seperti Cinta, Bangga, Paham Rupiah, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui aktivasi wakaf, hingga program keberlanjutan melalui gerakan pilah sampah.

Iwan menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan komitmen kuat dari semua elemen institusi di DKI Jakarta untuk bersama-sama mendorong kemajuan ekonomi daerah.

Ia menambahkan, sinergi yang melibatkan Bank Indonesia, Pemprov DKI Jakarta, OJK, perbankan, BUMD, kementerian, lembaga, pelaku usaha, serta komunitas telah menjadi fondasi vital dalam mengakselerasi transformasi ekonomi di ibu kota.

Menurut Iwan, ajang Jakarta Kreatif Festival bukan sekadar wadah promosi ekonomi kreatif. Acara ini juga menjadi sarana strategis untuk mempercepat digitalisasi transaksi, memperluas inklusi keuangan, dan meningkatkan daya saing kota.

Iwan memungkas harapannya agar Jakarta Kreatif Festival 2026 dapat memperkuat langkah Jakarta menjadi kota global yang kreatif, inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan di gerbang lima abad Kota Jakarta.