BeritaPemerintahan

Mendikdasmen Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Hanya Bagi Siswa Membutuhkan

15
×

Mendikdasmen Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Hanya Bagi Siswa Membutuhkan

Sebarkan artikel ini
pelibatan-kantin-masih-dikaji,-mendikdasmen:-yang-sudah-diputuskan,-tidak-semua-siswa-menerima-mbg
pelibatan kantin masih dikaji, mendikdasmen: yang sudah diputuskan, tidak semua siswa menerima mbg

Yogyakarta – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memastikan bahwa rencana pelibatan kantin sekolah dalam distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum diputuskan. Saat ini, pihaknya masih melakukan kajian mendalam bersama Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menentukan mekanisme terbaik.

“Jadi belum ada keputusan soal bagaimana nanti kantin dan berbagai pelayanan lainnya. Agar MBG berjalan dengan baik, tentu semua harus melalui pengkajian yang mendalam,” ujar Abdul Mu’ti di Yogyakarta, Ahad (5/7/2026).

Terkait target penerima, Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa hasil rapat tingkat menteri telah menyepakati jika bantuan tersebut tidak diberikan secara merata kepada seluruh siswa. Program ini nantinya akan diprioritaskan bagi siswa yang benar-benar membutuhkan.

“Yang sudah diputuskan dalam rapat tingkat menteri adalah penerima MBG ini nanti tidak untuk semua (siswa), tetapi hanya untuk yang memerlukan,” tuturnya.

Ia menambahkan, pemerintah saat ini fokus merumuskan mekanisme penerapan kebijakan agar implementasi di lapangan berjalan optimal.

“Mekanismenya bagaimana sedang kami susun supaya kebijakan ini dapat terlaksana dengan baik,” kata Mu’ti.

Menurutnya, teknis distribusi program MBG menjadi kewenangan penuh BGN. Sementara itu, Kemendikdasmen berperan memberikan masukan agar pelaksanaan program tetap selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto, yakni menciptakan generasi sehat yang bebas dari stunting.

“Semangat MBG kan oleh Pak Presiden dimaksudkan untuk membangun generasi yang sehat secara fisik sehingga terbebas dari stunting,” ucapnya.

Ia meyakini bahwa penyaluran bantuan akan jauh lebih tepat sasaran jika diprioritaskan bagi kelompok siswa yang paling berhak menerima.

“Jadi memang ya lebih tepat siapa yang paling berhak menerima itu yang dilayani,” pungkasnya.