Berita

Prabowo dan Rombongan Diduga Menginap di Hotel Mewah New York

165
×

Prabowo dan Rombongan Diduga Menginap di Hotel Mewah New York

Sebarkan artikel ini
b3efa727f86ebb6fe10b8e499328bf99.jpg
b3efa727f86ebb6fe10b8e499328bf99.jpg

New York – Rombongan Presiden Prabowo Subianto diduga menginap di Hotel Aman New York saat menghadiri rangkaian Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80. Informasi ini diungkap oleh akun media sosial kolektif “Bareng Warga” pada Senin, 22 September 2025.

Bareng Warga menyebut biaya menginap di hotel tersebut berkisar antara U$6.000 (sekitar Rp100 juta) hingga U$25.000 (sekitar Rp417 juta) per malam. Namun, penelusuran lebih lanjut pada situs web resmi Aman New York menunjukkan harga kamar sekitar U$2.000 (sekitar Rp30 juta) hingga U$6.000 (sekitar Rp100 juta) per malam.

Prabowo dijadwalkan berpidato di Sidang Umum PBB pada Selasa, 23 September 2025. Terkait dugaan penginapan mewah ini, Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro enggan memberikan keterangan. “Kalau kasih pertanyaan yang bisa saya jawab dong,” ujar Juri di Gedung Kemensetneg, Jakarta Pusat, Rabu, 24 September 2025.

Bareng Warga juga menyoroti dugaan keterlibatan mahasiswa dan diaspora Amerika Serikat yang ikut menikmati fasilitas di Hotel Aman New York. Unggahan seorang diaspora bernama Glory Lamria yang memperlihatkan momen berenang di hotel tersebut menjadi pemicunya.

Upaya konfirmasi kepada Glory Lamria pada Rabu, 24 September 2025, tidak berhasil karena akun media sosialnya telah terkunci. Pesan yang dikirim juga belum mendapat balasan.

Glory Lamria diketahui merupakan salah satu diaspora yang diwawancarai oleh wartawan yang meliput rombongan presiden di Amerika Serikat. Bareng Warga menduga wawancara dengan diaspora, termasuk Glory, sudah diatur oleh wartawan Istana. “Wawancara dengan diaspora di New York itu sudah diatur sama wartawan istana, tidak bisa pilih narasumber lain,” tulis Bareng Warga.

Namun, Juri Ardiantoro membantah keras tudingan pihak Istana mengatur wawancara dengan diaspora tersebut. Menurutnya, masyarakat telah mengetahui bahwa Presiden Prabowo Subianto selalu bertindak dengan benar. “Kami enggak suka setting-setting. Orang sudah tahu kok presiden melakukan sesuatu yang nyata, yang benar. Jadi enggak perlu ada setting-setting,” tegasnya.

Selama berada di New York, Prabowo menghadiri sejumlah agenda penting dalam rangkaian Sidang Majelis Umum PBB ke-80. Ia menyampaikan pidato perdana di forum internasional tersebut, merasa terhormat karena mendapatkan urutan ketiga setelah Brasil dan Amerika Serikat.

“Habis Brasil yang selalu nomor satu. Amerika yang selalu nomor dua. Baru kasih kesempatan kepada Indonesia, saking menghormati Indonesia, menghargai Indonesia,” kata Prabowo dalam keterangan resmi, Rabu, 23 September 2025.

Prabowo menegaskan bahwa forum PBB digunakan Indonesia untuk menyuarakan komitmennya dalam mendorong perdamaian dunia, khususnya di Gaza. “Terutama mendorong penyelesaian konflik di semua tempat, tapi yang paling utama bagi kita tentunya adalah jeritan penderitaan rakyat Gaza,” ucapnya. Ia mengklaim banyak negara memberikan respons positif atas sikap Indonesia yang dinilai tegas namun seimbang dan realistis.

Selain itu, Prabowo juga mengikuti Konferensi Internasional Tingkat Tinggi untuk Penyelesaian Damai atas Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara di Majelis Umum PBB. Ia turut menghadiri Multilateral Meeting on the Middle East atas undangan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Agenda lainnya termasuk pertemuan bilateral dengan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres dan pertemuan dengan tokoh filantropi dunia, Bill Gates. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menganugerahkan tanda kehormatan atas dedikasi Bill Gates bagi kesejahteraan umat manusia.