Bandung – DPW PPP Jawa Barat terus memperkuat konsolidasi hingga akar rumput. Langkah ini sebagai strategi menghadapi Pemilu 2029.
Penjaringan kader perempuan dan aktivis jadi bagian dari upaya tersebut. PPP juga menyiapkan figur internal untuk pilkada, termasuk Pilgub Jabar 2029.
Ketua DPW PPP Jawa Barat, Pepep Saiful Hidayat, menegaskan penguatan struktur partai adalah program utama. Program ini sudah dilaksanakan di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat.
“Program pertama telah kami laksanakan di seluruh kabupaten/kota dengan basis kepesertaan tingkat kecamatan,” ujar Pepep usai Istigsoh Milad PPP ke-53, di Kantor DPW PPP, Senin (5/01/2025).
“Setiap kecamatan diikuti empat peserta, dan Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan telah selesai,” imbuhnya.
Program ini bertujuan menyiapkan struktur partai dan meningkatkan kapasitas kader. Tujuannya untuk menghadapi regenerasi kepengurusan di tingkat kecamatan.
Seluruh peserta telah mengikuti Latihan Kader Kepemimpinan Dasar (LKKD).
PPP Jabar juga mulai fokus pada kaderisasi perempuan. Aktivis perempuan dari kalangan mahasiswi hingga organisasi kemasyarakatan dilibatkan dalam berbagai pelatihan.
Pelatihan diselenggarakan oleh WPP (Wanita Persatuan Pembangunan) Jawa Barat.
“Kemarin satu angkatan mencapai 200 peserta,” jelasnya. “Ini menjadi langkah awal kami membangun basis kader perempuan yang kuat dan berkelanjutan.”
PPP Jabar juga mengembangkan program Madrasah Kader Partai. Program ini menyasar pemilih pemula dan basis masyarakat di luar pendukung tradisional PPP.
Menurut Pepep, pendekatan figur menjadi kunci untuk memperluas dukungan partai.
“Banyak anggota dewan kita yang dipilih bukan hanya karena partainya, tetapi karena figurnya,” katanya. “Maka kami lakukan pengenalan kader ke berbagai segmen masyarakat, termasuk generasi muda.”
Menanggapi usia PPP yang telah memasuki 53 tahun, Pepep menegaskan fokus DPP saat ini adalah konsolidasi organisasi. Selain itu, persiapan verifikasi faktual Pemilu 2029 juga jadi perhatian.
“PPP adalah partai yang saat ini tidak memiliki wakil di Senayan,” katanya. “Maka verifikasi faktual menjadi ujian utama.”
“Ini bukan pekerjaan mudah karena harus menyajikan data dan struktur yang benar-benar hidup di masyarakat,” lanjutnya.
Pepep optimistis, jika konsolidasi dan kaderisasi berjalan baik, target 12 kursi DPRD Provinsi Jawa Barat pada 2029 bukan hal mustahil.
Namun, ia mengakui Jawa Barat menjadi daerah penentu kelolosan PPP secara nasional. Hal ini karena jumlah penduduknya yang besar dan tantangan geografis yang kompleks.







