Berita

Pakar BRIN Ungkap Alasan Kebakaran TPA Jatiwaringin Sulit Dipadamkan Petugas

10
×

Pakar BRIN Ungkap Alasan Kebakaran TPA Jatiwaringin Sulit Dipadamkan Petugas

Sebarkan artikel ini
pakar-brin-ungkap-penyebab-kebakaran-tpa-jatiwaringin-sulit-padam
pakar brin ungkap penyebab kebakaran tpa jatiwaringin sulit padam

Jakarta – Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin sulit dipadamkan karena api merambat di bawah permukaan timbunan sampah.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Teknologi Lingkungan dan Teknologi Bersih Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Wahyu Purwanta, menyebut penyiraman air dari atas tidak efektif menjangkau titik panas yang tersembunyi.

Oksigen masih dapat menembus hingga kedalaman dua meter di bawah permukaan timbunan sampah.

Kondisi tersebut membuat bara api bertahan lama dan tidak bisa dipadamkan hanya dengan teknik penyiraman konvensional.

Wahyu menjelaskan penanganan api bawah permukaan membutuhkan alat berat untuk membongkar timbunan agar petugas bisa menjangkau sumber api.

Ia mengibaratkan fenomena ini serupa dengan kebakaran lahan gambut, di mana asap terus mengepul meski api tidak terlihat di permukaan.

Secara ilmiah, kebakaran terjadi akibat akumulasi bahan bakar berupa sampah organik kering, plastik, dan karet yang bertemu dengan oksigen serta sumber panas.

Wahyu mengingatkan agar publik tidak menyimpulkan penyebab spesifik kebakaran di TPA Jatiwaringin secara terburu-buru sebelum investigasi tuntas.

Pemicu awal bisa berasal dari berbagai faktor, mulai dari puntung rokok, pembakaran liar di sekitar lokasi, hingga reaksi termal di dalam timbunan.

Menurutnya, setiap TPA memiliki risiko kebakaran tinggi, terutama saat musim kemarau.

Ia mendorong pemerintah daerah memperbaiki manajemen operasional, pemantauan kondisi timbunan, serta sistem pengelolaan gas metana.

Pemerintah juga disarankan memprioritaskan pengurangan sampah melalui pengomposan dan pemilahan material bernilai ekonomi.

Wahyu menegaskan tidak ada solusi teknologi instan untuk menyelesaikan persoalan sampah di seluruh daerah.

Keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada kesesuaian teknologi dengan karakteristik limbah, kompetensi operator, dan sistem pemeliharaan yang berkelanjutan.