Jakarta – Sejumlah tokoh menilai posisi Polri di bawah Presiden sudah tepat. Struktur ini dinilai penting untuk menjaga independensi penegakan hukum.
Struktur ini juga memastikan respons cepat aparat kepolisian dalam menghadapi situasi darurat.
Ketua Umum GMNI, Sujahri Somar, menyatakan wacana menempatkan Polri di bawah kementerian berpotensi membuka intervensi politik.
Menurutnya, perubahan rantai komando berisiko melemahkan peran strategis Polri.
Sujahri menilai posisi Polri di bawah Presiden sudah sesuai kebutuhan negara. Pengambilan keputusan dan pelaksanaan tugas dapat dilakukan lebih cepat.
Meski demikian, Sujahri menekankan pentingnya reformasi Polri yang berkelanjutan.
Ia mengingatkan reformasi harus fokus pada penguatan kinerja, pembenahan internal, peningkatan pengawasan eksternal, serta mendorong transparansi.
Ketua Umum Relawan Nasional Pasbata Prabowo, David Febrian, menyampaikan pandangan serupa.
Ia menyatakan Polri bukan sekadar institusi teknis administratif, melainkan alat negara yang memiliki peran langsung dalam menjaga hukum, keamanan, dan ketertiban nasional.













