Jakarta – Operasi Ketupat 2026 resmi dimulai pada Jumat (13/03). Polri memastikan arus lalu lintas terkendali di hari pertama.
Meski demikian, ada peningkatan volume kendaraan berat.
Peningkatan ini disebabkan adanya larangan truk sumbu tiga melintas di jalan arteri dan tol.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyatakan, “Hari ini arus masih cukup terkendali.”
Operasi Ketupat 2026 akan berlangsung selama dua pekan, dari 13–25 Maret. Taglinenya adalah “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”.
Operasi ini bukan hanya tentang pengamanan lalu lintas, tetapi juga kemanusiaan. Tujuannya adalah menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
Polri telah memetakan lima klaster utama pengamanan, yaitu jalan tol, jalan arteri, pelabuhan, terminal, bandara, stasiun, tempat ibadah, dan destinasi wisata.
Sebanyak 161.243 personel gabungan disebar ke 2.746 pos pengamanan di seluruh Indonesia. Mereka bertugas menjaga 185.607 objek vital.
Polri akan menggunakan teknologi seperti ETLE, drone, dan bodycam. Rekayasa lalu lintas seperti one way dan contraflow juga akan diterapkan.
“Contoh, jika kendaraan di KM 47 mencapai 5.500 per jam, contraflow satu lajur akan dieksekusi,” jelas Agus.
Rekayasa lalu lintas juga disiapkan di jalur rawan seperti Gadog–Puncak, Cibadak, Malang Raya, dan Simpang Mengkreng.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan bantuan 50 unit sepeda motor ke tiga Polda yang terdampak bencana.
Dengan strategi ini, Polri berkomitmen menghadirkan mudik yang aman, lancar, dan bahagia.







