Jakarta – Phintraco Sekuritas resmi bersiap menjalankan peran sebagai liquidity provider untuk menjaga stabilitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah ini diambil untuk meningkatkan likuiditas emiten yang selama ini memiliki aktivitas perdagangan rendah agar transaksi di pasar modal menjadi lebih efisien.
Sebagai tahap awal, Phintraco Sekuritas telah menetapkan lima saham yang akan mendapatkan suntikan likuiditas, yakni PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Trans Power Marine Tbk (TPMA), PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU), dan PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS).
Direktur Utama Phintraco Sekuritas, Ferawati, menyatakan bahwa pihaknya telah memperkuat sistem internal, manajemen risiko, dan pengendalian internal untuk memastikan peran market maker ini berjalan sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Kami melihat emiten-emiten tersebut memiliki fundamental yang baik namun masih memerlukan dukungan agar aktivitas perdagangannya lebih optimal,” ujar Ferawati.
Ia menekankan bahwa peran ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban, melainkan bagian dari strategi pendalaman pasar atau market deepening. Dengan adanya liquidity provider, selisih harga jual dan beli spread diharapkan menjadi lebih sempit, sehingga investor dapat bertransaksi dengan lebih lancar.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, menyambut baik langkah tersebut. Menurutnya, partisipasi aktif anggota bursa sangat krusial dalam menciptakan ekosistem pasar yang lebih kredibel dan berdaya saing.
“Kami terus mendorong partisipasi yang lebih luas agar program ini mampu meningkatkan kualitas pembentuk harga saham di bursa,” kata Irvan.
Terpisah, analis efek menilai kebijakan ini membawa dampak positif bagi investor, termasuk investor ritel dan institusi. Kehadiran liquidity provider dinilai mampu menekan risiko ketidakpastian likuiditas yang kerap menjadi hambatan bagi investor, khususnya pelaku pasar asing yang mensyaratkan saham dengan likuiditas tinggi sebelum melakukan akumulasi.
Pakar juga mengingatkan pentingnya pengawasan ketat dari otoritas agar aktivitas liquidity provider tetap konsisten dan tidak justru menciptakan jebakan likuiditas bagi investor di masa depan. Fokus utama dari kebijakan ini adalah menjamin keberlangsungan transaksi agar pasar saham domestik tetap bergairah dan menarik bagi berbagai kalangan investor.







