Jakarta – PT Pertamina (Persero) menyiapkan langkah mitigasi untuk menjaga ketahanan energi nasional. Hal ini dilakukan di tengah dinamika global, termasuk konflik di Timur Tengah.
Perusahaan memastikan pasokan BBM dan LPG aman bagi masyarakat.
Pertamina telah menjalankan rencana mitigasi dan contingency plan. Tujuannya agar distribusi energi berjalan lancar.
“Sebagai perusahaan energi nasional, Pertamina telah menjalankan rencana mitigasi dan contingency plan supaya pasokan energi tetap berjalan dengan baik,” ujar Vice President Corporate Communication Pertamina, Rabu (19/03).
Pertamina melakukan diversifikasi sumber pasokan energi agar tidak bergantung pada satu wilayah. Strategi ini menjaga stabilitas pasokan saat terjadi gangguan distribusi atau gejolak geopolitik.
Pertamina juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah untuk optimalisasi pasokan energi nasional.
Dalam menjaga distribusi BBM dan LPG, Pertamina bekerja sama dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah. Pengawasan dilakukan di lapangan untuk mencegah praktik penimbunan atau penyalahgunaan energi.
“Pertamina bersama aparat penegak hukum dan Pemerintah Daerah terus melakukan pengawasan di lapangan untuk memastikan distribusi berjalan lancar,” imbuhnya.
Pertamina mengimbau masyarakat menggunakan energi secara bijak dan melakukan penghematan.
Alternatif energi seperti peralatan listrik rumah tangga untuk memasak didorong agar konsumsi lebih efisien.
“Sejalan dengan imbauan Presiden, Pertamina mengajak masyarakat untuk bersama-sama menggunakan energi secara bijak sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional,” kata Baron.
Pertamina menegaskan komitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 dan program berkelanjutan sesuai prinsip ESG.
Upaya ini sejalan dengan transformasi perusahaan yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha, dan lingkungan.







