Jakarta – Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Kapten P. Tendean, Jakarta Selatan, resmi dibongkar setelah tertabrak truk pengangkut alat berat pada Selasa (14/7) dini hari.
Insiden ini menyebabkan kerusakan infrastruktur berat dengan estimasi kerugian material mencapai miliaran rupiah.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, menyatakan pemerintah saat ini memprioritaskan penggunaan APBD untuk memulihkan aset negara tersebut.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga tengah menuntut pertanggungjawaban dari perusahaan pemilik truk.
“Prioritas utama tetap APBD untuk pemeliharaan infrastruktur publik. Kami juga sedang melakukan pembicaraan terkait pertanggungjawaban pihak perusahaan pemilik truk,” ujar Chico, Kamis (16/7).
Selain dana daerah, pemerintah membuka peluang pendanaan melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) demi mempercepat pembangunan kembali fasilitas pejalan kaki tersebut.
Dinas Bina Marga kini menyusun perencanaan teknis untuk pembangunan JPO baru yang lebih kokoh.
Desain tersebut nantinya akan dilengkapi sistem pengamanan tinggi muatan guna mencegah insiden serupa terulang di masa depan.
Kecelakaan bermula saat truk pengangkut alat berat dari arah Bogor menuju Kebayoran Baru melintasi Jalan Tendean sekitar pukul 00.30 WIB.
Truk tersebut tersangkut pada badan jembatan hingga membuat struktur JPO miring dan nyaris roboh.
Sopir truk berinisial Andre (28) mengaku baru pertama kali melintasi ruas jalan tersebut.
Ia mengaku lalai memperhatikan kondisi jalan karena terlalu fokus memantau aplikasi peta digital pada ponselnya.
“Kita fokus lihat peta daring. Saya baru pertama kali lewat sini dan belum tahu kondisi jalannya,” ungkap Andre.
Saat ini, pihak berwenang masih melakukan pendalaman terkait insiden tersebut.
Arus lalu lintas di lokasi kejadian telah kembali normal setelah petugas merampungkan rekayasa lalu lintas dan pembersihan sisa struktur JPO.







