Berita

Mbappe Lontarkan Kritik Terbuka kepada Deschamps Usai Prancis Gugur

10
×

Mbappe Lontarkan Kritik Terbuka kepada Deschamps Usai Prancis Gugur

Sebarkan artikel ini
Kylian Mbappe tampak kecewa di lapangan setelah Prancis kalah dari Spanyol di semifinal Piala Dunia 2026.
Kylian Mbappe melontarkan kritik terhadap taktik Didier Deschamps usai Prancis tersingkir dari Piala Dunia 2026.

Atlanta – Penyerang tim nasional Prancis, Kylian Mbappe, melontarkan kritik terhadap pendekatan taktis pelatih Didier Deschamps setelah timnya tersingkir dari Piala Dunia 2026 akibat kekalahan 0-2 dari Spanyol di babak semifinal, Kamis (16/7/2026).

Dikutip dari BolaSport.com, kekalahan yang terjadi di Stadion Atlanta tersebut memicu kekecewaan mendalam dari sang kapten Prancis mengenai skema permainan yang diterapkan sepanjang pertandingan.

Mbappe menilai bahwa Les Bleus kalah dominasi di lini vital karena kekurangan jumlah pemain saat menghadapi duet gelandang Spanyol, Rodri dan Fabian Ruiz.

Bomber Real Madrid ini menyatakan bahwa ketimpangan jumlah pemain di lini tengah membuat lawan memiliki banyak waktu untuk mendikte ritme permainan.

“Kami bermain tiga lawan dua di lini tengah dan melawan Spanyol, itu sulit,” kata Mbappe.

Fabian Ruiz dan Rodri punya banyak waktu untuk bermain,” ujar Mbappe.

Menurut Mbappe, kegagalan Prancis juga disebabkan oleh kurangnya komunikasi kolektif dalam melakukan tekanan kepada pemain lawan.

“Ada kurangnya komunikasi dalam tekanan,” ucap Mbappe.

Ia menambahkan bahwa Tim Ayam Jantan seharusnya berani menerapkan skema penjagaan satu lawan satu untuk mengganggu aliran bola La Furia Roja.

“Saya pikir kami seharusnya melakukan tekanan man-to-man dan memaksa mereka untuk berlari bersama kami,” kata Mbappe.

Kritik serupa juga disampaikan oleh pemain pengganti Rayan Cherki yang menyoroti kelemahan taktis tim secara keseluruhan.

Cherki mengakui bahwa Spanyol bermain lebih unggul dibandingkan Prancis dalam berbagai aspek teknis dan semangat juang di lapangan.

“Saya tidak tahu harus berkata apa,” kata Cherki.

“Mereka lebih baik dari kami di setiap bagian permainan, dan saya pikir mereka lebih bersemangat dari kami,” ujar Cherki.

Cherki merasa sedih karena menganggap kualitas individu pemain Prancis sebenarnya mampu bersaing, namun gagal terealisasi dalam pertandingan tersebut.

“Ini menyedihkan karena saya masih percaya bahwa kami adalah tim yang lebih baik dari mereka, tetapi sore ini Spanyol lebih baik dari kami,” kata Cherki.

Ia menekankan bahwa timnya seharusnya mampu memberikan perlawanan lebih baik meskipun berada dalam kondisi performa yang kurang optimal.

“Bahkan di hari yang buruk sekalipun, kami harus sedikit lebih baik secara teknis, taktis, dan dalam semangat,” ucap Cherki.

Kegagalan ini memastikan langkah Prancis terhenti dan harus meninggalkan turnamen Piala Dunia 2026 lebih awal.

“Dalam banyak hal, Prancis kehilangan segalanya hari ini,” kata Cherki.