Berita

Pemerintah Siapkan Daging Sapi Gantikan Telur di Program MBG

98
×

Pemerintah Siapkan Daging Sapi Gantikan Telur di Program MBG

Sebarkan artikel ini
prabowo-minta-menu-telur-dalam-mbg-diganti-pakai-daging-sapi,-ini-alasannya
prabowo minta menu telur dalam mbg diganti pakai daging sapi, ini alasannya

Jakarta – Pemerintah berencana mengganti telur ayam dengan daging sapi atau telur puyuh dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dilakukan untuk menjaga pasokan telur tetap stabil menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.

Instruksi penggantian menu ini datang langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, mengungkapkan hal tersebut usai rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (20/11/2025).

Nanik menjelaskan, pemerintah mengantisipasi gejolak harga pangan, terutama pada komoditas ayam dan telur.

“Tadi Pak Presiden pesan, nanti kalau misalnya ini kan mau Nataru, kemudian lebaran, ya kan. Nanti mungkin telur untuk anak-anak kita kurangi tapi diganti daging sapi, diganti telur puyuh,” ujarnya.

Kebijakan ini diharapkan tidak mengganggu kebutuhan telur masyarakat yang biasanya meningkat saat Nataru dan Lebaran, terutama untuk pembuatan kue.

Pemerintah juga menyiapkan langkah cepat untuk memastikan ketersediaan bahan baku MBG tetap stabil dan tidak memicu kenaikan harga pangan.

Presiden Prabowo, kata Nanik, telah menginstruksikan pembukaan lahan besar-besaran untuk produksi pangan dan peternakan.

“Kan program MBG ini kan banyak banget butuh bahan baku, ya. Kami tidak ingin nanti karena ada MBG, harga bahan makanan ini tinggi kemudian terjadi inflasi, masyarakat nanti yang kena,” kata Nanik.

Selain itu, Prabowo juga mengarahkan percepatan produksi susu sebagai salah satu kebutuhan utama program MBG.

“Misalnya untuk susu ini kami kan sudah mulai kesulitan cari susu, ya. Ini segera akan dibuat peternakan sapi yang nanti bisa memenuhi kebutuhan dari MBG dan juga untuk masyarakat di Indonesia. Akan diproduksi kira-kira 3 juta liter per hari,” pungkasnya.