Jakarta – Pedagang obat di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, resah akibat intimidasi sekelompok orang yang memaksa penutupan kios. Aksi ini diduga kuat terkait dengan penolakan revitalisasi pasar yang tengah berjalan.
Intimidasi tersebut bahkan viral di media sosial. Video yang beredar memperlihatkan oknum yang secara paksa meminta pedagang menghentikan aktivitas jual beli.
“Kamu legal tidak di sini? Alat kesehatan (yang dijual) kamu kira kamu legal jualan di sini?” ujar salah seorang pelaku dalam video tersebut.
LT (37), salah seorang pedagang, mengungkapkan bahwa dirinya dan pedagang lain dipaksa menutup toko sebagai bentuk solidaritas menolak revitalisasi Pasar Pramuka.
“Kemarin itu banyak toko yang dipaksa tutup oleh mereka yang menyebut sebagai perwakilan pedagang atas nama tim 15,” kata LT.
Akibat aksi penutupan paksa ini, LT mengaku merugi hingga puluhan juta rupiah. Pesanan yang masuk terpaksa tidak dapat dilayani karena seluruh pedagang diminta untuk tidak berjualan.
LT menyayangkan aksi penolakan revitalisasi pasar yang disuarakan oleh sebagian pedagang. Ia justru menilai revitalisasi akan membawa dampak positif bagi pedagang di masa depan.
“Mereka (mafia kios) itu yang menolak revitalisasi, kami pedagang mendukung penuh, karena kan ini untuk kebaikan kami ke depannya,” tegasnya.
LT berharap dapat segera kembali berjualan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan membayar gaji karyawan.












