Berita

Ngabuburit NTB: Merajut Silaturahmi, Menggerakkan Ekonomi Lokal

75
×

Ngabuburit NTB: Merajut Silaturahmi, Menggerakkan Ekonomi Lokal

Sebarkan artikel ini
ritus-sosial-ngabuburit:-jejak-kebersamaan-dan-denyut-ekonomi-di-bumi-gora
ritus sosial ngabuburit: jejak kebersamaan dan denyut ekonomi di bumi gora

Jakarta – Menjelang berbuka puasa, waktu terasa melambat di berbagai daerah. Langit sore yang indah, jalanan yang ramai, dan ruang publik yang dipenuhi warga menjadi pemandangan khas. Mereka menanti azan magrib.

Ngabuburit bukan sekadar menunggu waktu berbuka. Ini adalah momen sosial yang mempererat silaturahmi, harapan, dan ekonomi rakyat.

NTB punya ritme ngabuburit yang khas. Dari Mataram hingga Sumbawa, masyarakat menikmati penantian berbuka dengan makna sosial, ekonomi, budaya, dan spiritual.

Pantai seperti Pantai Ampenan di Mataram dipenuhi keluarga. Obrolan ringan menemani saat senja tiba. Ruang publik menjadi tempat berkumpul lintas generasi.

Menikmati matahari terbenam, mencari takjil, dan berbagi cerita menjadi bagian dari ngabuburit. Ini adalah momen komunitas untuk saling menguatkan.

Pasar Ramadhan hadir di berbagai lokasi, seperti di Kota Bima. Aneka kudapan ditawarkan.

Pasar kaget ini menjadi sumber rezeki bagi UMKM.

Di Lombok Barat, ada “Pesona Ramadhan Ngantik Bebuke” di Taman Kota Giri Menang, Gerung.

Kegiatan ini menggabungkan bazar UMKM, seni lokal, dan musik religi.

Ruang terbuka kota menjadi jembatan antara tradisi religius dan budaya lokal.

Kepadatan ruang publik menjadi tantangan. Di Mataram, pemerintah perlu mengatur titik-titik ramai seperti kawasan ACC Ampenan untuk mengurangi kemacetan.