Ecozone

Multikarya Perluas Lini Bisnis, Targetkan Pendapatan Tembus Rp 442 Miliar

14
×

Multikarya Perluas Lini Bisnis, Targetkan Pendapatan Tembus Rp 442 Miliar

Sebarkan artikel ini
e9c63d9ca488dadf9dd3051a07e4e9d2.jpg
e9c63d9ca488dadf9dd3051a07e4e9d2.jpg

Jakarta – PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP) secara resmi mengumumkan rencana ekspansi bisnis dengan menambah lini kegiatan usaha baru. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat kinerja perusahaan yang sebelumnya telah melantai di Bursa Efek Indonesia sejak 12 Februari 2024 tersebut.

Selama ini, MKAP dikenal sebagai penyedia layanan manufaktur, perdagangan, penyewaan, serta perbaikan suku cadang pompa yang berfokus pada sektor industri minyak, gas, dan pertambangan. Perluasan cakupan bisnis ini diproyeksikan untuk meningkatkan daya saing serta mengoptimalkan sumber daya yang telah dimiliki perusahaan.

Direktur Utama MKAP, Eric Handoko, menjelaskan bahwa ekspansi ini mencakup beberapa sektor baru, seperti aktivitas arsitektural, instalasi dan integrasi mesin industri, serta pemasangan jaringan listrik. Selain itu, perseroan juga akan merambah sektor penyewaan mesin dan peralatan, serta industri transformator dan pengubah arus.

Menurut Eric, penambahan lini bisnis tersebut bertujuan untuk menciptakan sinergi antarunit serta memberikan fleksibilitas lebih besar dalam merespons dinamika kebutuhan pasar. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kapabilitas perseroan dalam menyediakan layanan terintegrasi berbasis Engineering, Procurement, Construction (EPC).

Terkait kesiapan operasional, perusahaan memastikan telah memenuhi seluruh aspek legalitas dan dukungan keuangan. MKAP tidak memerlukan tambahan modal eksternal karena proyek baru ini memanfaatkan sumber daya yang ada. Kebutuhan modal kerja yang mencapai 60 persen dari nilai proyek nantinya akan ditopang melalui kas internal dan fasilitas perbankan.

Dalam lima tahun ke depan, perusahaan juga berencana melakukan penambahan tenaga kerja sebanyak 50 orang. Rekrutmen tersebut akan disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan usaha serta kompleksitas proyek yang akan ditangani.

Optimisme manajemen didasarkan pada proyeksi pertumbuhan pasar oilfield services yang cukup signifikan. Pasar tersebut diperkirakan akan meningkat dari US$ 126,32 miliar pada 2025 menjadi US$ 167,69 miliar pada 2030, dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) mencapai 5,83 persen.

Kawasan Asia-Pasifik dan Timur Tengah dipandang sebagai pasar potensial yang didorong oleh tren digitalisasi dan otomatisasi industri. Saat ini, MKAP bahkan telah mengantongi satu potensi kontrak yang berkaitan langsung dengan lini bisnis baru tersebut.

Manajemen menargetkan tambahan pendapatan dari kegiatan usaha baru ini sebesar Rp 442,25 miliar hingga tahun 2030. Untuk paruh kedua tahun 2026, estimasi pendapatan yang diharapkan mencapai Rp 13,78 miliar. Angka ini diprediksi akan terus meningkat seiring dengan kematangan proses, efisiensi pengerjaan, dan kesiapan tenaga kerja.

Meski menghadapi tantangan berupa persaingan industri yang ketat, perusahaan merasa tetap terkendali. Perseroan mengandalkan kontrak jangka panjang serta produk kustom dengan kandungan komponen lokal yang tinggi untuk mempertahankan pangsa pasar.

Dari sisi kinerja saham, MKAP tercatat mengalami koreksi sebesar 3,69 persen dalam satu bulan terakhir ke level Rp 1.045. Namun, jika dilihat secara year to date, saham perusahaan tersebut telah mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 198,57 persen.

1d62b5fa5d258fc022ec5502e073efe7.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) menjatuhkan sanksi kepada 88 emiten yang belum menyampaikan laporan keuangan tahun 2025. Dalam Pengumuman Bursa No.Peng-S-00016/BEI.PLP/06-2026, batas waktu penyampaian laporan keuangan auditan tahunan per 31 Desember 2025 adalah pada Selasa, 31 Maret 2026. Berdasarkan pemantauan Bursa per 30 Mei 2026, sebanyak 88 emiten belum menyampaikan laporan keuangan per 2025. Baca Juga: Rupiah Menguat…

fe61b3cd1122cd003c7b0a97f3c52c93.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah melanjutkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Dukungan kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) dan kembali masuknya aliran modal asing ke instrumen domestik menjadi penopang utama mata uang Garuda. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup pada level Rp 17.860 per dolar AS pada Jumat (12/6), menguat 0,72% dibandingkan penutupan sehari sebelumnya di Rp 17.989 per dolar AS….

6b6f158f6fd40008fbc3c2da84867c1c.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI) mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai sebesar-besarnya Rp 500 miliar. Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan, buyback saham ini merupakan bagian dari strategi BRI untuk meningkatkan nilai pemegang saham sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap kekuatan fundamental kinerja perseroan serta prospek pertumbuhan jangka panjang…

318c1d3376bdfeb9e0cae93f67e33022.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) bergerak mixed pada perdagangan Jumat (12/6/2026), dengan indeks S&P 500 dan Dow Jones ditutup menguat tipis di tengah optimisme pasar terhadap potensi kesepakatan damai di Timur Tengah. Pada perdagangan pukul 09.32 waktu setempat, indeks Dow Jones naik 303,74 poin atau 0,60% ke level 51.152,85. Sementara itu, S&P 500 menguat 0,18% menjadi 7.407,60. Berbeda dengan dua indeks tersebut,…

159b4b46f901e7419491e41d3bd9f2d4.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat dan Kembali ke level psikologis 6.000 pada perdagangan akhir pekan ini. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG melesat 2,06% atau bertambah 121 poin ke level 6.007,65 pada penutupan perdagangan Jumat (12/6/2026). Dengan demikian, akumulasi kenaikan IHSG sepekan perdagangan terakhir tembus 7,38%. Baca Juga: IHSG Kembali Ambruk 4,52% ke 5.342 di Awal Pekan, Cek…