Jakarta – PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP) secara resmi mengumumkan rencana ekspansi bisnis dengan menambah lini kegiatan usaha baru. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat kinerja perusahaan yang sebelumnya telah melantai di Bursa Efek Indonesia sejak 12 Februari 2024 tersebut.
Selama ini, MKAP dikenal sebagai penyedia layanan manufaktur, perdagangan, penyewaan, serta perbaikan suku cadang pompa yang berfokus pada sektor industri minyak, gas, dan pertambangan. Perluasan cakupan bisnis ini diproyeksikan untuk meningkatkan daya saing serta mengoptimalkan sumber daya yang telah dimiliki perusahaan.
Direktur Utama MKAP, Eric Handoko, menjelaskan bahwa ekspansi ini mencakup beberapa sektor baru, seperti aktivitas arsitektural, instalasi dan integrasi mesin industri, serta pemasangan jaringan listrik. Selain itu, perseroan juga akan merambah sektor penyewaan mesin dan peralatan, serta industri transformator dan pengubah arus.
Menurut Eric, penambahan lini bisnis tersebut bertujuan untuk menciptakan sinergi antarunit serta memberikan fleksibilitas lebih besar dalam merespons dinamika kebutuhan pasar. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kapabilitas perseroan dalam menyediakan layanan terintegrasi berbasis Engineering, Procurement, Construction (EPC).
Terkait kesiapan operasional, perusahaan memastikan telah memenuhi seluruh aspek legalitas dan dukungan keuangan. MKAP tidak memerlukan tambahan modal eksternal karena proyek baru ini memanfaatkan sumber daya yang ada. Kebutuhan modal kerja yang mencapai 60 persen dari nilai proyek nantinya akan ditopang melalui kas internal dan fasilitas perbankan.
Dalam lima tahun ke depan, perusahaan juga berencana melakukan penambahan tenaga kerja sebanyak 50 orang. Rekrutmen tersebut akan disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan usaha serta kompleksitas proyek yang akan ditangani.
Optimisme manajemen didasarkan pada proyeksi pertumbuhan pasar oilfield services yang cukup signifikan. Pasar tersebut diperkirakan akan meningkat dari US$ 126,32 miliar pada 2025 menjadi US$ 167,69 miliar pada 2030, dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) mencapai 5,83 persen.
Kawasan Asia-Pasifik dan Timur Tengah dipandang sebagai pasar potensial yang didorong oleh tren digitalisasi dan otomatisasi industri. Saat ini, MKAP bahkan telah mengantongi satu potensi kontrak yang berkaitan langsung dengan lini bisnis baru tersebut.
Manajemen menargetkan tambahan pendapatan dari kegiatan usaha baru ini sebesar Rp 442,25 miliar hingga tahun 2030. Untuk paruh kedua tahun 2026, estimasi pendapatan yang diharapkan mencapai Rp 13,78 miliar. Angka ini diprediksi akan terus meningkat seiring dengan kematangan proses, efisiensi pengerjaan, dan kesiapan tenaga kerja.
Meski menghadapi tantangan berupa persaingan industri yang ketat, perusahaan merasa tetap terkendali. Perseroan mengandalkan kontrak jangka panjang serta produk kustom dengan kandungan komponen lokal yang tinggi untuk mempertahankan pangsa pasar.
Dari sisi kinerja saham, MKAP tercatat mengalami koreksi sebesar 3,69 persen dalam satu bulan terakhir ke level Rp 1.045. Namun, jika dilihat secara year to date, saham perusahaan tersebut telah mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 198,57 persen.







