Berita

Menteri Minta Universitas Udayana Proaktif Jalin Komunikasi dengan Keluarga Timothy

110
×

Menteri Minta Universitas Udayana Proaktif Jalin Komunikasi dengan Keluarga Timothy

Sebarkan artikel ini
88cdbe56a9554ac0e6cd9de30c3bfb74.jpg
88cdbe56a9554ac0e6cd9de30c3bfb74.jpg

Jakarta – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyatakan keprihatinan mendalam atas meninggalnya seorang mahasiswa Universitas Udayana (Unud), Timothy Anugerah Saputra. Timothy diduga mengakhiri hidupnya setelah mengalami perundungan atau bullying, dengan melompat dari lantai dua Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unud.

Brian menjelaskan, Kementerian Pendidikan Tinggi telah menghubungi Rektor Unud untuk meminta penjelasan terkait dugaan kasus perundungan yang berujung maut tersebut. Kemendiktisaintek amat berduka cita atas kejadian ini, khususnya kepada korban dan keluarga yang ditinggalkan.

“Kami meminta kampus untuk terus menerus berkomunikasi dengan keluarga korban, untuk sekiranya bertanya apa yang dibutuhkan agar membuat kondisi jadi lebih baik,” kata Brian usai mengikuti rapat terbatas di kediaman Presiden Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara Nomor 4, Jakarta Selatan pada Ahad, 19 Oktober 2025. Ia juga mengingatkan bahwa kampus adalah ruang yang semestinya aman dari tindak kekerasan maupun perundungan, sebagaimana disebutkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 46 Tahun 2023.

Saat ini, Rektor Unud telah membentuk tim khusus guna melakukan investigasi terkait dengan penyebab hingga dugaan kasus perundungan yang dialami Timothy. Tim ini juga berfungsi melakukan pendampingan, baik untuk keluarga maupun pihak yang akan terhubung dengan kasus ini, serta memastikan implementasi Permendikbudristek 46/2023 berjalan dengan baik. “Ini juga menjadi refleksi bagi kami di lingkungan pendidikan tinggi. Kami memastikan ini tidak boleh terjadi lagi,” ujar Brian.

Dugaan Timothy bunuh diri karena menjadi korban perundungan oleh sesama mahasiswa Unud mencuat setelah percakapan dalam tangkapan layar di grup Whatsapp milik teman kampus Timothy tersebar luas. Pernyataan dalam tangkapan layar tersebut, yang juga sudah dikonfirmasi oleh pihak kampus, dinilai tidak pantas dan tidak berempati kepada Timothy. Beberapa penggalan percakapan berbunyi, “Nanggung banget kok bunuh diri dari lantai 2 yak”, yang kemudian ditanggapi oleh anggota lainnya dengan “Asli”.

Menyikapi hal ini, Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (Himapol) FISIP Unud 2025 telah memberhentikan empat pengurus yang diduga menjadi bagian dari perundung. Pemberhentian ini diumumkan melalui akun resmi Himapol FISIP Unud 2025 pada Jumat, 17 Oktober 2025. Nama-nama pengurus yang dipecat adalah Vito Simanungkalit (Wakil Kepala Departemen Eksternal Himapol FISIP Unud Kabinet Cakra), Muhammad Riyadh Alvitto Satriyaji Pratama (Kepala Departemen Kajian, Aksi, Strategis, dan Pendidikan), Maria Victoria Viyata Mayos (Kepala Departemen Eksternal), dan Anak Agung Ngurah Nanda Budiadnyana (Wakil Ketua Departemen Minat dan Bakat).

Selain itu, dua anggota BEM Fakultas Kelautan dan Perikanan Unud juga turut dipecat karena dugaan terlibat perundungan. Keduanya adalah Jonathan Handika Putra (Wakil Ketua BEM Fakultas Kelautan dan Perikanan) dan Putu Ryan Abel Perdana Tirta (Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FISIP Unud).

Beberapa dari nama-nama terduga perundung tersebut diketahui telah memberikan permintaan maaf dan menyatakan penyesalan mereka melalui akun Instagram masing-masing. Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) Unud masih menyelidiki kasus ini guna menentukan sanksi kepada pihak yang bersangkutan.