Showbiz

Mens Rea Pandji Pragiwaksono: Komedi Netflix Picu Kontroversi, Apa Isinya?

146
×

Mens Rea Pandji Pragiwaksono: Komedi Netflix Picu Kontroversi, Apa Isinya?

Sebarkan artikel ini
f9eb7748794f17f2ccb67a971213cdda.jpg
f9eb7748794f17f2ccb67a971213cdda.jpg

Fenesia – Spesial stand-up comedy Pandji Pragiwaksono, “Mens Rea”, mendulang sukses besar usai tayang di Netflix pada 27 Desember 2025.

Hingga 5 Januari 2026, “Mens Rea” merajai kategori TV Shows di Netflix Indonesia.

Tayangan ini berhasil mengalahkan sejumlah tayangan internasional populer, termasuk drama Korea “Cashero”, serial legendaris “Stranger Things”, “The Walking Dead”, dan anime “Sentenced Be a Hero”.

Namun, di balik popularitasnya, “Mens Rea” juga memicu kontroversi di tengah masyarakat.

Dalam “Mens Rea”, Pandji mengangkat berbagai isu sosial dan politik yang tengah menjadi perbincangan hangat.

Dengan gaya observasi yang tajam dan satire yang berani, Pandji mengulas dinamika politik Indonesia pasca-Pemilu 2024 dan mengkritik perilaku sejumlah pejabat publik.

Pandji sendiri menjelaskan bahwa pertunjukan ini bertujuan sebagai edukasi politik melalui komedi. Ia berharap masyarakat menjadi lebih cerdas dan mawas diri dalam berpartisipasi dalam demokrasi.

Popularitas “Mens Rea” berbanding terbalik dengan kontroversi yang ditimbulkan.

Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Rabu (7/1/2026) oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah atas dugaan pencemaran nama baik.

Rizki Abdul Rahman Wahid, pelapor dari Presidium Angkatan Muda NU, menyatakan bahwa materi yang dibawakan Pandji merendahkan, memfitnah, dan berpotensi memecah belah bangsa.

Pelapor juga menilai materi “Mens Rea” menimbulkan keresahan di kalangan anak muda Nahdliyin dan Aliansi Muda Muhammadiyah.

Selain pelaporan ke polisi, “Mens Rea” juga menuai kritik dari dokter bedah plastik Tompi terkait candaan fisik terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Tompi menilai bahwa menertawakan kondisi fisik bukanlah kritik yang cerdas dan berpotensi menyesatkan.

Pandji merespons kritik tersebut dengan berterima kasih atas koreksi yang diberikan.

Dalam konteks hukum pidana, “Mens Rea” merujuk pada keadaan psikis seseorang saat melakukan tindak pidana.

Istilah hukum ini berarti niat atau kesalahan pelaku saat melakukan perbuatan melawan hukum. Secara teori, “mens rea” dapat terwujud dalam kesengajaan (dolus) dan kealpaan (culpa).

“Mens Rea” merupakan aspek subjektif dalam pertanggungjawaban pidana yang menentukan apakah seseorang dapat dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya.

Kontroversi “Mens Rea” memunculkan perdebatan mengenai batasan antara kebebasan berekspresi dan potensi melukai pihak lain.

Komika Arie Kriting meminta para pelapor untuk menonton pertunjukan secara keseluruhan sebelum mengambil langkah hukum.

Arie menekankan bahwa materi yang disampaikan Pandji tidak berada dalam ranah hukum dan rasa tersinggung tidak selalu bisa dijadikan alasan hukum.