News

Menpora Erick Thohir Pastikan Komitmen Prabowo Majukan Sektor Olahraga Nasional

16
×

Menpora Erick Thohir Pastikan Komitmen Prabowo Majukan Sektor Olahraga Nasional

Sebarkan artikel ini
7c8f852faa21dc4cdffb3a8d6d5f03db.jpg
7c8f852faa21dc4cdffb3a8d6d5f03db.jpg

Hambalang – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, melakukan pertemuan dengan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di kediaman pribadi Presiden di Hambalang, Jawa Barat, pada Jumat (19/6). Pertemuan tersebut difokuskan pada pemaparan perkembangan serta rencana pelaksanaan berbagai program strategis Kementerian Pemuda dan Olahraga yang masuk dalam agenda prioritas pemerintah.

Salah satu poin utama yang dilaporkan Menpora Erick kepada Presiden adalah penguatan pembinaan olahraga bagi penyandang disabilitas. Presiden Prabowo disebut memberikan perhatian khusus terhadap sektor ini, mengingat besarnya jumlah masyarakat disabilitas di Indonesia yang memiliki ketertarikan tinggi terhadap kegiatan olahraga.

Berdasarkan data yang disampaikan, terdapat sekitar 23,9 juta hingga 25,9 juta penyandang disabilitas di Indonesia, dengan tingkat partisipasi olahraga mencapai hampir 11 persen. Menpora Erick menjelaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memberikan perhatian lebih melalui berbagai program konkret.

Salah satu langkah nyata yang disiapkan adalah program sertifikasi kepelatihan bagi penyandang disabilitas. Program ini bertujuan agar mereka memiliki kualifikasi untuk menjadi pelatih dan berkontribusi langsung dalam pengembangan olahraga nasional. Selain itu, kebijakan ini diharapkan dapat membekali para atlet disabilitas dengan kemampuan profesional yang dapat dimanfaatkan sebagai penunjang kehidupan setelah masa aktif mereka sebagai atlet berakhir.

Selain isu disabilitas, Menpora juga memaparkan peta jalan pembinaan atlet jangka panjang yang dipersiapkan untuk menghadapi berbagai ajang multievent internasional, seperti SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade. Untuk mendukung keberhasilan target tersebut, diperlukan sinergi kebijakan terkait pembiayaan yang lebih stabil.

Menpora Erick menegaskan bahwa skema anggaran untuk pemusatan latihan nasional (pelatnas) tidak ideal jika dilakukan secara tahunan. Oleh karena itu, diusulkan skema anggaran multi years agar pembinaan atlet dapat berjalan secara berkesinambungan. Presiden Prabowo menyatakan kesepakatannya terhadap usulan tersebut guna menjamin masa depan prestasi atlet Indonesia.

Dukungan Presiden juga mencakup kebijakan pemberian bonus bagi atlet berprestasi. Menpora menyebut bahwa apresiasi berupa bonus senilai Rp1 miliar telah diberikan, dan angka tersebut berpotensi meningkat seiring dengan capaian prestasi atlet pada ajang Asian Games dan Olimpiade mendatang.

Strategi jangka panjang lainnya yang dibahas adalah rencana pembangunan Akademi Olahraga Nasional. Institusi ini dirancang untuk menjaring dan membina talenta olahraga sejak usia dini, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Menpora memaparkan bahwa melalui akademi ini, pembinaan terhadap calon atlet akan dimulai sejak usia 8 hingga 10 tahun. Langkah ini diambil untuk menciptakan ekosistem olahraga nasional yang lebih terintegrasi, modern, dan berkelanjutan.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga menaruh perhatian pada aspek kesejahteraan atlet. Presiden menanyakan perkembangan terkait rencana skema dana pensiun bagi para olahragawan. Menpora Erick memastikan bahwa pemerintah saat ini terus mematangkan kajian mengenai persiapan dana pensiun tersebut sebagai bentuk perlindungan bagi atlet setelah menyelesaikan masa pengabdiannya.