News Feed Indonesia

Menkominfo Dukung Tri Merger Dengan Indosat

FENESIA – Dua operator seluler Indonesia, Hutchison 3 Indonesia (Tri) dan Indosat Ooredoo dikabarkan melakukan merger satu sama lain.

Mendengar kabar tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate memberikan dukungan.

Menkominfo mengatakan dukungan terjadinya konsilidasi antara dua operator seluler di Indonesia untuk memberikan dampak efisiensi dan peningkatan nilai tambah pada industri.

Mengutip dari DetikINET, Johnny mengatakan, “Untuk efisiensi dan peningkatan nilai tambah pada industri telepon selular, maka tentu kami menyambut baik langkah konsolidasi yang dilakukan opsel secara business to business.”

Menkominfo juga mengatakan di Undang-Undang Cipta Kerja Omnibus Law pada sektor Pos, Telekomunikasi, dan Penyiaran, membuka ruang kerja sama yang lebih baik (ekonomis dan efisien) bagi industri telco dan penyiaran.

“Konsolidasi juga diperlukan untuk mendukung perusahaan telekomunikasi dalam mempersiapkan investasi initial deployment 5G di Indonesia,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, para pemegang saham kedua operator tersebut melakukan pembahasan terkait kemungkinan terjadinya konsolidasi. CK Hutchison Holdings Ltd Hong Kong dilaporkan sedang mendekati kesepakatan dengan QPSC Ooredoo Qatar untuk menggabungkan bisnis telekomunikasi di Indonesia, yakni Indosat Ooredoo.

Ooredoo diketahui menguasai sekitar 65% saham Indosat. Sedangkan, di Indonesia Hutchison memiliki Tri yang dikelola PT Hutchison 3 Indonesia. Kesepakatan ini akan melibatkan penawaran tunai dan saham.

“Kami belum bisa berkomentar. Kami belum dapat informasi official. Jadi, ini masih spekulasi,” ujar Danny.

Saat ditanya lebih lanjut, apakah Tri sudah melakukan pembahasan terkait konsolidasi dengan Indosat. Danny mengatakan pembahasan konsolidasi tersebut tidak hanya dilakukan dengan satu perusahaan saja.

“Jadi, itu pembicaraan antar pemegang saham, itu bicara ke semua bicara (soal merger) dengan Ooredoo, Axiata, Smartfren sudah saling bicara,” pungkasnya.

Hanya saja terkait soal ‘deal’ Tri berlabuh ke mana, belum diketahui untuk saat ini. Langkah Tri untuk konsolidasi dengan operator seluler lainnya sudah dilakukannya sejak dua tahun lalu.

“Sejak dua tahun lalu kita upayakan terjadinya konsolidasi. Tapi, untuk saat ini pembahasan masih pemegang saham, dari sisi manajemen belum ada,” katanya.

Sedangkan dihubungi secara terpisah kepada Indosat Ooredoo, operator yang identik warna kuning merah itu memilih untuk tidak berkomentar soal isu merger dengan Tri.

REKOMENDASI
Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.