Aceh Selatan – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memerintahkan Bupati Aceh Selatan Mirwan M. S. untuk segera kembali ke Tanah Air. Perintah ini datang setelah Mirwan menuai sorotan karena menjalankan ibadah umrah di Arab Saudi saat wilayahnya dilanda banjir parah dan izin perjalanannya ditolak oleh Pemerintah Provinsi Aceh.

Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Benni Irwan menyatakan, permintaan Tito disampaikan langsung kepada Bupati setelah informasi keberangkatan Mirwan viral dan memicu polemik publik. “Pak Menteri langsung menghubungi Bupati dan meminta agar segera kembali ke Tanah Air,” kata Benni pada Jumat, 5 Desember 2025.
Kemendagri juga membuka peluang menjatuhkan sanksi kepada Mirwan. Benni menjelaskan, kasus ini akan ditindaklanjuti sesuai aturan, termasuk kemungkinan pemanggilan untuk klarifikasi setelah Bupati pulang. Hasil pemeriksaan yang akan menentukan bentuk sanksi jika terbukti ada pelanggaran.
Keberangkatan Mirwan menjadi polemik karena terjadi saat daerahnya dalam status darurat bencana. Bupati tercatat mengajukan permohonan izin perjalanan luar negeri pada 24 November 2025. Namun, Pemerintah Aceh menolak memprosesnya pada 28 November 2025, sebagaimana tertuang dalam surat balasan bernomor 100.1.4.2/18413, karena status darurat bencana masih berlaku. Meskipun izin belum terbit, Mirwan tetap berangkat ke Tanah Suci.
Kondisi ini kontras dengan situasi bencana di Pulau Sumatera yang semakin memprihatinkan. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari melaporkan, hingga Kamis, 4 Desember 2025, pukul 16.00 WIB, korban tewas akibat banjir dan tanah longsor di Sumatera telah mencapai 836 jiwa.
Selain itu, 518 jiwa dinyatakan hilang dan 2.700 jiwa lainnya mengalami luka-luka. Provinsi Aceh, termasuk Aceh Selatan, menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal terbanyak, mencapai 325 jiwa, sementara 170 orang masih dinyatakan hilang.
Kemendagri menegaskan Mirwan adalah satu-satunya kepala daerah yang bepergian ke luar negeri saat bencana. Sebelumnya, Mendagri Tito Karnavian telah mengeluarkan surat edaran dan menggelar pertemuan virtual untuk mengingatkan seluruh kepala daerah agar fokus pada mitigasi bencana, pengendalian inflasi, serta persiapan Natal dan Tahun Baru.







