Ecozone

Menaker: Seribu Perusahaan Aktif dalam Program Magang Nasional.

139
×

Menaker: Seribu Perusahaan Aktif dalam Program Magang Nasional.

Sebarkan artikel ini
3a00fa11267605b3e0722f57c4042a96.jpg
3a00fa11267605b3e0722f57c4042a96.jpg

Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengumumkan program Magang Nasional 2025 akan melibatkan setidaknya 1.000 perusahaan dan menyediakan kuota awal bagi 20.000 lulusan baru. Pendaftaran perusahaan serta usulan program pemagangan dijadwalkan pada 1-14 Oktober 2025, sementara pendaftaran peserta akan dibuka hingga 15 Oktober 2025. Program ini diharapkan menjadi jembatan bagi para pencari kerja untuk meningkatkan kompetensi di dunia industri.

Selama enam bulan periode magang, peserta akan menerima uang saku bulanan setara upah minimum Kabupaten/Kota (UMK) atau Upah Minimum Provinsi (UMP) khusus untuk DKI Jakarta. Pembayaran uang saku ini akan difasilitasi oleh pemerintah melalui bank-bank Himbara (BNI, BRI, BTN, Mandiri, BSI).

Selain uang saku, peserta juga akan mendapatkan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JM) melalui Jamsostek. Mereka juga berhak memperoleh pendampingan dari mentor perusahaan tempat magang, serta sertifikat pemagangan setelah berhasil menyelesaikan seluruh program.

Sesuai Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 8 Tahun 2025, program ini menyasar lulusan diploma (D1-D4) dan sarjana (S1) yang baru lulus maksimum satu tahun terakhir. Kriteria kelulusan ini terhitung sejak tanggal ijazah diterbitkan, yaitu mulai 1 Oktober 2024 hingga 30 September 2025. Pendaftaran dapat diakses melalui platform daring maganghub.kemnaker.go.id.

Yassierli menyatakan bahwa ini merupakan kesempatan yang baik bagi perusahaan untuk memperkenalkan diri kepada para pencari kerja. Ia juga menyoroti pentingnya pemerataan program, baik secara geografis maupun lintas program studi dan sektor industri, demi mengakomodasi calon peserta dari berbagai latar belakang.

“Ini adalah kesempatan yang baik bagi perusahaan untuk mengenalkan perusahaannya kepada para pencari kerja,” ujar Yassierli di Jakarta, Sabtu (11/10/2025).

Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) itu menambahkan, program Magang Nasional 2025 ini juga menjadi solusi pemerintah melalui konsep “School to Work Transition Program”. Ia berharap program ini dapat memberikan kompetensi yang solid bagi lulusan baru sebelum mereka memasuki dunia kerja.

“Jadi sesudah dia lulus, kemudian kita buat suatu magang nasional yang masif, sehingga mereka mendapatkan kompetensi. Sesudah itu kemudian mereka bisa bekerja,” jelas Yassierli. Variasi jenis pekerjaan untuk pemagang diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan calon peserta dari berbagai program studi.