London – Xabi Alonso resmi ditunjuk sebagai manajer baru Chelsea dengan kontrak berdurasi empat tahun yang akan dimulai pada 1 Juli mendatang. Keputusan klub memboyong mantan pelatih Bayer Leverkusen ini mendapat sorotan tajam, terutama mengenai kemampuan adaptasi taktiknya di kompetisi Liga Inggris yang sangat kompetitif.
Gambaran kualitas Alonso diungkapkan oleh gelandang Granit Xhaka, yang pernah merasakan tangan dingin Mikel Arteta di Arsenal dan Alonso di Bayer Leverkusen. Menurut Xhaka, perbedaan mencolok antara kedua pelatih tersebut terletak pada fleksibilitas taktis di atas lapangan.
Xhaka menjelaskan bahwa Mikel Arteta cenderung mempertahankan filosofi dan formasi yang konsisten, seperti skema 4-3-3 dengan struktur yang pakem. Baginya, Arteta jarang melakukan perubahan radikal pada susunan pemain atau formasi inti meski menghadapi lawan yang berbeda.
Sebaliknya, Xhaka menilai Alonso jauh lebih adaptif. Saat di Leverkusen, Alonso dinilai berani bereksperimen dengan berbagai skema, mulai dari empat bek hingga lima bek, tergantung kebutuhan pertandingan. Ia menekankan bahwa Alonso memiliki kecenderungan kuat untuk menjaga stabilitas di lini tengah dengan menempatkan dua pemain di posisi nomor 6, alih-alih membiarkan pemain bergerak terlalu bebas dari posisinya.
Kemampuan Alonso dalam membaca situasi pertandingan ini dianggap sebagai keunggulan utama yang membuatnya banyak diburu klub-klub papan atas Eropa. Keberhasilannya membawa Bayer Leverkusen menjuarai Bundesliga tanpa sekalipun tersentuh kekalahan menjadi bukti nyata efektivitas taktik tersebut.
Kendati memuji fleksibilitas Alonso, Xhaka menegaskan bahwa setiap pelatih tetap wajib memiliki filosofi dan identitas permainan yang kuat agar bisa meraih kesuksesan jangka panjang. Baginya, penyesuaian taktik tetap harus berpijak pada prinsip dasar yang jelas agar pemain dapat beradaptasi dengan baik.
Kini, tantangan besar menanti Alonso di Stamford Bridge. Publik menaruh harapan tinggi agar manajer asal Spanyol tersebut mampu membawa Chelsea kembali bersaing di papan atas Premier League. Dengan pendekatan taktis yang fleksibel, Alonso diharapkan menjadi sosok yang tepat untuk mengangkat performa The Blues di musim mendatang.














