Berita

Lukisan Gua Muna Ungkap Sejarah Seni Purba Sulawesi, Tertua di Dunia

250
×

Lukisan Gua Muna Ungkap Sejarah Seni Purba Sulawesi, Tertua di Dunia

Sebarkan artikel ini
manusia-purba-sulawesi-pecahkan-rekor-lukisan-gua-tertua,-berumur-67-ribu-tahun-dari-pulau-muna
manusia purba sulawesi pecahkan rekor lukisan gua tertua, berumur 67 ribu tahun dari pulau muna

Jakarta – Kabar terbaru datang dari Sulawesi. Lukisan gua di Liang Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, dinobatkan sebagai yang tertua di dunia.

Usianya diperkirakan mencapai 71 ribu hingga 67 ribu tahun lalu.

Temuan ini mengungguli lukisan gua di Spanyol. Juga mengalahkan lukisan di Maros-Pangkep yang sebelumnya memegang rekor dengan usia 51 ribu tahun.

Jurnal Nature memuat dua artikel terkait penemuan ini. Masing-masing berjudul “Rock art from at least 67.800 years ago in Sulawesi” dan “Hand stencils in Indonesian cave are world’s oldest known artworks”.

Adhi Agus Oktaviana, arkeolog BRIN, menjadi penulis utama. Ia bekerja sama dengan 40 peneliti lain dari berbagai negara.

“Kehadiran lukisan gua yang amat tua di Sulawesi ini memberi gambaran bahwa manusia yang menduduki paparan Sahul pada periode itu, 68 ribu tahun yang lalu, menggunakan teknologi maritim untuk menyeberang dari Sahul, Borneo, dan Papua,” tulis Nature.

Indonesia kini menjadi pusat lukisan gua tertua di dunia. Sebelumnya, predikat ini dipegang lukisan gua di Maros Pangkep.

Ada juga lukisan gua dari karst Sangkulirang-Mangkalihat di Kalimantan Timur.

Gua Liang Metanduno dan sekitarnya sudah diteliti sejak 1977. Namun, penanggalan ilmiah baru dilakukan belakangan ini.

Mantan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, sempat memberi petunjuk soal temuan ini pada Februari tahun lalu. Ia menyebut ada lukisan gua yang lebih tua ditemukan di Sulawesi.

Fadli Zon menyampaikan hal ini dalam konteks Indonesia sebagai lokasi peradaban tertua di dunia.

“Saya termasuk yang berpendapat Indonesia ini adalah negeri yang mewarisi peradaban tertua di dunia,” ujarnya saat membuka diskusi publik tentang Situs Cagar Budaya Nasional Gunung Padang (11/2/2025).

Ia mengaku mendapat informasi soal temuan lukisan yang lebih tua dari Maros, yakni di Pulau Muna. Hasil penelitiannya saat itu belum dipublikasikan.

Arkeolog menegaskan, temuan ini memperkuat pandangan bahwa Sulawesi adalah tempat berkembangnya kebudayaan artistik manusia purba.

Ini membuka pandangan baru tentang sejarah manusia purba yang juga berasal dari Indonesia.

Siapa manusia purba yang melukis gua di Metanduno dan situs lain di Pulau Muna? Arkeolog belum bisa menjawabnya karena belum ada fosil yang ditemukan.

“Memang masih jadi perdebatan bahwa Sulawesi adalah lokasi perkembangan manusia purba sebelum adanya kolonisasi dari manusia modern,” demikian Nature.

Namun, dari sisi teknis, gaya, dan kompleksitas lukisan, serta cap tangan dan cap jari, tidak jauh berbeda dengan kebudayaan manusia purba di pedalaman.