Berita

Longsor Majenang: Dua Tewas, 21 Orang Hilang dalam Bencana

193
×

Longsor Majenang: Dua Tewas, 21 Orang Hilang dalam Bencana

Sebarkan artikel ini
044571fef89af556c7e3c0f4a93ef1b5.jpg
044571fef89af556c7e3c0f4a93ef1b5.jpg

Cilacap – Sebanyak 21 orang masih dalam pencarian setelah tanah longsor menerjang Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Kamis malam, 13 November 2025, sekitar pukul 20.00 WIB. Bencana ini juga menyebabkan dua orang meninggal dunia, tiga luka ringan, dan 23 lainnya berhasil dievakuasi. Longsor dipicu oleh hujan deras berkepanjangan yang menimpa rumah warga di Desa Cibeunying.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, mengonfirmasi bahwa tim reaksi cepat telah mencatat 12 unit rumah rusak dan 16 unit rumah terancam akibat longsor. Tim SAR gabungan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap terus berupaya mencari korban hilang.

“Satu unit alat berat dikerahkan untuk mempercepat operasi evakuasi pagi ini,” ujar Abdul Muhari, Jumat pagi, 14 November 2025. Ia menambahkan, pencarian korban dilakukan pada masa golden time, waktu kritis di mana korban memiliki peluang besar untuk bertahan hidup, meski kontur tanah yang masih labil menjadi tantangan.

Camat Majenang, Aji Pramono, menjelaskan bahwa tanah longsor melanda Dusun Cibuyut dan Tarukahan. Ia menduga bencana ini merupakan dampak akumulasi hujan lebat yang terjadi sejak akhir pekan lalu. “Ini mungkin dampak dari hujan lebat yang terjadi selama beberapa hari sebelumnya sehingga tanah tidak mampu menahan beban,” kata Aji.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cilacap, Budi Setyawan, merinci dua korban meninggal dunia adalah Julia (20) dan Maya (15), warga Dusun Tarukahan. Di dusun yang sama, tujuh korban masih dalam pencarian, yaitu Yuni, Nina, Fani, Fatin, Lilis, Danu, dan seorang balita anak Lilis.

Sementara itu, 14 korban lainnya masih dicari di Dusun Cibuyut. Mereka terdiri dari beberapa keluarga, termasuk Rastum, Rahma, Aca, Cahyanto, Kasri, Zahra, Nilna, Asmanto, Isna beserta anaknya, serta keluarga Dani (istri dan dua anak).

Data sementara BPBD mencatat 16 rumah yang terancam adalah milik Surip, Ahmad, Kuswoyo, Subakir, Muslihin, Rohman, Abdul, Econg, Hendrik, Ayu, Atit, Ekem, Warim, Tarim, Warko, dan Imong. Seluruh penghuni rumah tersebut telah dievakuasi. “Tanah masih bergerak di sejumlah titik sehingga kami meminta warga menjauhi area dan mengikuti arahan petugas,” tegas Budi.

BNPB telah memberangkatkan tim reaksi cepat ke lokasi terdampak untuk membantu tim lapangan. Mereka juga mengimbau warga dan tim SAR agar selalu waspada terhadap risiko longsor susulan. Prakiraan cuaca menunjukkan hujan intensitas ringan hingga sedang berpotensi terjadi hampir merata di Kecamatan Majenang pada 14-16 November 2025.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Cilacap, Priyo Prayudha Utama, menambahkan bahwa tim terus melakukan asesmen dan menyusun rencana pergerakan. “Pencarian terus dilakukan meski kondisi medan cukup menantang,” ujarnya. Data terkait korban dan kerusakan diperkirakan masih akan berkembang seiring proses pencarian yang berlangsung.