EcozonePolitik

Lola NasDem Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba, Perkuat Pengawasan Daerah!

88
×

Lola NasDem Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba, Perkuat Pengawasan Daerah!

Sebarkan artikel ini
dpr-ingin-pemakai-narkoba-cukup-direhab,-hukum-harus-bedakan-pengguna-dan-pengedar
dpr ingin pemakai narkoba cukup direhab, hukum harus bedakan pengguna dan pengedar

Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Lola Nelria Oktavia, menyoroti penanganan narkoba. Ia menekankan pentingnya rehabilitasi bagi pengguna.

Lola juga menyoroti perlunya sosialisasi masif terkait perbedaan pengguna dan pengedar narkoba.

Menurutnya, masih ada kerancuan di masyarakat, bahkan di tingkat aparat penegak hukum. Hal ini berdampak pada penanganan hukum yang tidak tepat sasaran.

“Untuk masyarakat awam, bahkan sampai aparat di lapangan, itu masih sering rancu antara pengguna dan pengedar. Kadang pengguna tapi dikenakan hukuman pengedar,” ujar Lola.

Hal itu disampaikan saat RDP Komisi III DPR dengan Kepala BNN, Komjen Suyudi Ario Seto, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Lola menilai kondisi ini membuat masyarakat ragu melapor, termasuk jika ada anggota keluarga terlibat narkoba.

“Masyarakat itu bingung, mau melaporkan anaknya sebagai pengguna, tapi tidak tahu pengguna itu harus diapakan dan pengedar itu harus diapakan. Ini yang menurut saya harus sering disosialisasikan,” tegasnya.

Lola menekankan pengguna narkoba harus diposisikan sebagai korban yang butuh pemulihan, bukan dihukum penjara.

“Saya masih melihat banyak pengguna yang justru dipenjara, padahal seharusnya direhabilitasi. Kalau mereka di penjara dan tidak di tempat yang semestinya, justru kondisinya bisa makin parah, bukan membaik,” katanya.

Legislator NasDem itu juga mengingatkan pentingnya pengawasan pascarehabilitasi.

“Setelah direhabilitasi, harus ada pengawasan after-nya, supaya tidak terjadi kambuhan lagi,” imbuh Lola.

Selain rehabilitasi, Lola menyoroti keterbatasan infrastruktur BNN di daerah. Dari 516 kabupaten/kota, baru 182 daerah yang memiliki BNNK.

“Ini sangat terbatas. Saya turun ke daerah dan melihat langsung di lapangan. Daerah-daerah yang belum ada BNNK itu harus tetap punya mekanisme pengawasan,” ujarnya.

Ia meminta anggaran dan program pencegahan tidak terpusat di kota besar, tapi menjangkau wilayah terpencil.

“Anggaran yang ada jangan hanya terpusat. Daerah-daerah terpencil itu juga harus benar-benar dapat perhatian,” tegasnya.

Lola juga menyoroti maraknya penyalahgunaan narkoba di kalangan anak muda, termasuk praktik pencampuran bahan berbahaya.

“Anak-anak muda di daerah sekarang itu luar biasa. Campuran-campuran obat yang menurut kita tidak masuk akal, ternyata bisa jadi obat terlarang di mereka,” ungkapnya.

Ia mendorong BNN memperkuat edukasi publik mengenai zat dan campuran berbahaya.

“Sosialisasi ke masyarakat itu penting, supaya tahu campuran apa saja yang sebenarnya tidak boleh ada, terutama di kalangan anak-anak dan remaja,” pungkas Lola.

96b0a47d08e6e8463d9d4f3070a5847f.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Harga crude palm oil (CPO) diperkirakan kembali melanjutkan penguatan setelah sempat terkoreksi akibat sentimen kebijakan pemerintah terkait tata kelola ekspor komoditas. Pelaku pasar kini mulai kembali mencermati faktor fundamental yang dinilai masih mendukung pergerakan harga CPO dalam jangka menengah. Berdasarkan data Bloomberg, harga CPO kontrak Juni 2026 di Bursa Malaysia Derivatives ditutup naik 0,6% ke level MYR…

922265d1500f3a5e0f13f8968786dcbe.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Kinerja emiten sektor perunggasan menunjukkan pertumbuhan yang solid pada Kuartal I-2026. Sejumlah perusahaan besar seperti PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), dan PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan dua digit secara tahunan. CPIN membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 12,7% year on year (YoY), JPFA naik 23,6% YoY, sedangkan MAIN tumbuh…

ed7fb2734a2e56dae4483dced1a23116.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Kehadiran PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai kendaraan pemerintah untuk memberlakukan kebijakan satu pintu ekspor komoditas menimbulkan ketidakpastian dan berimbas menekan kinerja emiten terkait. Muhammad Fatah Al Falah, Retail Analyst RHB Sekuritas Indonesia menyebut pasar masih cenderung wait and see meski regulasi telah diterbitkan. Investor masih mencermati implementasi kebijakan tersebut. Menurutnya,…