Jakarta – KPK mengakui sempat kesulitan membongkar dugaan pemerasan yang melibatkan Bupati Pati, Sudewo.
Keterlibatan Sudewo terungkap setelah KPK menggali keterangan dari orang-orang kepercayaannya.
“Kesulitan enggak? Iya,” kata Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (20/1) malam.
Asep menjelaskan, KPK membutuhkan waktu berjam-jam untuk memeriksa orang-orang kepercayaan Sudewo.
Selain itu, KPK juga harus menyusun konstruksi perkara.
“Betul, kesulitan kami menghubungkannya, dan lain-lain. Belum mereka enggak ngaku. Belum mereka juga mungkin pas kami amankan ada kasih tahu yang lain. Yang dikasih tahu, ada juga HP-nya (telepon seluler) yang sudah direset,” jelasnya.
Sudewo sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan terkait OTT.
Selain Sudewo, tiga kepala desa juga ditetapkan sebagai tersangka.
Mereka diduga terlibat pemerasan dalam pengisian jabatan perangkat desa di lingkungan Pemkab Pati.
Dalam operasi tersebut, tim KPK mengamankan uang tunai Rp2,6 miliar sebagai barang bukti.
Asep menambahkan, kesulitan yang dihadapi merupakan bagian dari dinamika kerja KPK di lapangan.







