BeritaPemerintahan

Korupsi Sertifikasi K3 Terungkap, Kecelakaan Kerja Ternyata Melonjak

80
×

Korupsi Sertifikasi K3 Terungkap, Kecelakaan Kerja Ternyata Melonjak

Sebarkan artikel ini
f4d639777892f5166ac06a8184a9ed68.jpg
f4d639777892f5166ac06a8184a9ed68.jpg

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer sebagai tersangka.

Penetapan ini terkait kasus pemerasan dalam pengurusan Sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan diumumkan pada konferensi pers Jumat, 22 Jumat 2025.

Ketua KPK Setyo Budiyanto menjelaskan, kasus tersebut melibatkan praktik penggelembungan biaya sertifikasi K3. Dari tarif resmi Rp 275 ribu, buruh dipaksa membayar hingga Rp 6 juta.

“Buruh yang seharusnya hanya membayar Rp 275 ribu, faktanya dipaksa mengeluarkan hingga Rp 6 juta,” ujar Setyo.

Selain Immanuel Ebenezer, yang akrab disapa Noel, KPK juga menetapkan 10 orang lain sebagai tersangka. Kasus ini bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan pada Rabu, 20 Agustus 2025. Dalam OTT tersebut, KPK menjaring 14 orang yang terdiri dari pegawai Kementerian Ketenagakerjaan dan pihak swasta.

Dari operasi tersebut, penyidik menyita 15 mobil, 7 motor (salah satunya milik Noel), serta uang tunai Rp 170 juta dan US$ 2.201.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan keprihatinannya atas kasus yang menjerat anak buahnya.

Dia menegaskan bahwa persoalan K3 masih menjadi tantangan besar, mengingat angka kecelakaan kerja di Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Data satudata.kemnaker.go.id menunjukkan, jumlah kecelakaan kerja tercatat sebanyak 298.137 kasus pada tahun 2022. Angka ini melonjak menjadi 370.747 kasus pada 2023. Hingga Oktober 2024, sudah mencapai 356.383 kasus. Angka ini belum mencakup sektor informal dan perusahaan yang belum terdaftar.

“Kalau semua kecelakaan tercatat, jumlahnya bisa jauh lebih besar. Ini jadi cermin bahwa budaya kerja yang peduli keselamatan belum tertanam kuat,” kata Yassierli.

Beberapa kasus kecelakaan kerja yang kerap disorot terjadi di industri smelter nikel. Pada 16 Februari 2025, seorang pekerja PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel bernama Marjan tewas akibat tertimpa material seberat 150 kilogram di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).

Catatan Serikat Buruh Industri Pertambangan dan Energi (SBIPE) menunjukkan sedikitnya tiga kecelakaan terjadi di Morowali pada Februari 2025. Salah satunya melibatkan seorang pekerja yang kehilangan tiga jari karena alat kerja usang.

Sementara itu, laporan Sembada Bersama Indonesia mencatat ada 104 kecelakaan kerja di sektor pengolahan nikel sepanjang 2019–2025. Data dari Rasamala Hijau Indonesia juga menunjukkan 32 pekerja tewas di smelter dan tambang sepanjang tahun 2024.

Maka dari itu, sertifikasi K3 diperlukan agar pekerja dan perusahaan memiliki kompetensi dalam menerapkan standar keselamatan kerja. Secara umum, penerapan K3 bertujuan mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja, menciptakan lingkungan kerja yang aman, meningkatkan produktivitas, serta memenuhi kewajiban hukum.