Jakarta – Konflik Timur Tengah antara AS-Israel dan Iran memicu penguatan dolar AS. Harga minyak mentah dunia naik signifikan.
Dolar AS kini jadi aset aman incaran investor.
“Pagi ini indeks dolar AS mengalami gap up yang cukup signifikan,” ujar pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, Kamis (12/3/2026).
Kenaikan indeks dolar dipicu lonjakan harga minyak mentah.
Crude oil menuju 93,60 dolar AS per barel. Brent oil di 98,52 dolar AS per barel.
Ibrahim memprediksi harga minyak bisa tembus 100 dolar AS per barel.
Indeks dolar AS (US Dollar Index/DXY) lampaui level 99, di kisaran 99,45. Menguat sekitar 0,22 persen.
Harga minyak naik usai serangan ke dua kapal tanker asing pembawa minyak dari Irak. Serangan terjadi di perairan teritorial Irak.
Peristiwa ini meningkatkan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Presiden AS Donald Trump klaim Washington siap perang lawan Iran. Intelijen AS nilai kepemimpinan Iran masih solid.
“Kepemimpinan Mojtaba saat ini lebih agresif dalam peperangan terhadap wilayah Israel,” kata Ibrahim. Harga minyak dan dolar kembali menguat.
Konflik AS-Israel dan Iran diperkirakan berlanjut. AS dan Israel inginkan gencatan senjata, tapi Iran belum tunjukkan tanda-tanda berhenti menyerang.







