News

Kondisi Tiang Listrik Lokasi Bocah Tersengat Saat Dibully di Jakpus

14
×

Kondisi Tiang Listrik Lokasi Bocah Tersengat Saat Dibully di Jakpus

Sebarkan artikel ini
f566438f6ff4bc4d52d4d5e71b810e5f.jpg
f566438f6ff4bc4d52d4d5e71b810e5f.jpg

Jakarta Pusat – Kasus persekusi terhadap seorang anak berinisial MWP (6 tahun) di Taman Kramat Pulo, Senen, Jakarta Pusat, berbuntut pada pemeriksaan fasilitas umum di area tersebut. Insiden yang terjadi pada Minggu (7/6) sore itu terekam kamera pengawas, memperlihatkan korban digotong dan digesekkan ke sebuah tiang listrik oleh dua orang anak lainnya.

Petugas Dinas Pertamanan dan Hutan Jakarta Pusat telah melakukan pengecekan terhadap tiang listrik yang menjadi lokasi kejadian. Berdasarkan pemeriksaan, sempat ditemukan adanya aliran listrik atau induksi pada tiang tersebut dengan tegangan mencapai 40 volt.

Salah satu petugas, Ilham, menjelaskan bahwa perbaikan telah dilakukan untuk menormalkan kembali aliran listrik di tiang tersebut. Menurutnya, pemulihan kondisi tiang listrik telah rampung pada Senin (8/6) pagi, menyusul langkah mitigasi yang diambil petugas segera setelah menerima laporan kejadian.

Ilham menuturkan bahwa pada malam hari setelah insiden persekusi tersebut, pihaknya langsung mematikan aliran listrik di seluruh area taman demi alasan keamanan. Tindakan tersebut diambil sebagai langkah preventif agar tidak membahayakan pengunjung lain, meskipun dampaknya membuat area taman menjadi gelap.

Pihak pengelola menyayangkan tidak adanya laporan dari warga terkait kendala teknis pada tiang listrik tersebut sebelum insiden terjadi. Ilham menyebutkan bahwa pihaknya baru mengetahui adanya induksi listrik setelah kasus persekusi yang menimpa MWP mencuat ke publik.

Hingga saat ini, pihak terkait belum dapat memastikan sejak kapan gangguan kelistrikan tersebut terjadi pada tiang di sudut timur taman itu. Pasalnya, tidak ada keluhan atau laporan dari masyarakat setempat mengenai adanya aliran listrik yang membahayakan di fasilitas umum tersebut.

Ketua RW 08 Kelurahan Kramat Pulo, Haris, mengakui bahwa taman tersebut merupakan ruang publik yang sangat aktif digunakan anak-anak untuk bermain, terutama saat hari libur. Ia menyebutkan bahwa antusiasme warga untuk memanfaatkan fasilitas taman sangat tinggi, bahkan seringkali anak-anak tetap bermain meski area tersebut belum dibuka secara resmi.

Haris menambahkan bahwa taman tersebut menjadi pusat kegiatan anak-anak dari berbagai lingkungan sekitar karena keterbatasan ruang terbuka hijau di wilayah tersebut. Akibat insiden persekusi yang terjadi, saat ini operasional Taman Kramat Pulo dihentikan sementara waktu.

Kebijakan penutupan sementara ini diambil sebagai langkah pengawasan dan evaluasi terhadap keamanan fasilitas di dalam taman. Padahal, dalam kondisi normal, taman tersebut biasanya beroperasi mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB setiap harinya.

Hingga Kamis (11/6), terpantau tidak ada aktivitas warga di lokasi kejadian. Area taman tampak sepi dari anak-anak yang biasanya bermain dan hanya terlihat petugas yang melakukan pembersihan serta pengecekan berkala terhadap instalasi listrik di sekitar taman.