FENESIA – Komite Nasional Keselamatan Transportasi mengungkapkan laporan awal hasil investigasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Kepulauan Seribu.
Dari hasil laporan awal, KNKT merinci kronologi jatuhnya pesawat dengan rute Jakarta-Pontianak itu.
Kapten Nurcahyo Utomo, Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan mengatakan, SJ-182 lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 14.36 WIB.
“Setelah tinggal landas, pesawat terbang mengikuti jalur keberangkatan yang sudah ditentukan sebelumnya. Kemudian Flight Data Recorder (FDR) merekam sistem autopilot aktif (engage) di ketinggian 1.980 kaki,” ungkap Nurcahyo dalam jumpa pers yang digelar secara virtual, Rabu (10/2).
Nurcahyo mengatakan, saat melewati ketinggian 8.150 kaki, tuas pengatur tenaga mesin (throttle) sebelah kiri bergerak mundur atau tenaga berkurang, sedangkan throttle sebelah kanan tetap.
Kemudian, pada pukul 14.38 WIB, karena kondisi cuaca, pilot meminta pengatur lalu lintas udara (ATC) untuk berbelok ke arah 075 derajat dan diizinkan.
Kemudian ATC memprediksi perubahan arah tersebut akan membuat SJ-182 berpapasan dengan pesawat lain yang berangkat dari landasan pacu dengan tujuan yang sama. Maka dari itu, ATC meminta pilot untuk berhenti naik di ketinggian 11.000 kaki.
Pada pukul 14.39, saat melewati 10.600 kaki dengan arah pesawat berada di 046 derajat, pesawat mulai berbelok ke kiri. Menurut Nurcahyo, tuas pengatur tenaga mesin sebelah kiri kembali bergerak mundur, sedangkan yang kanan masih tetap.
ATC kemudian meminta agar pilot menaikkan pesawat ke ketinggian 13.000 kaki dan dijawab oleh pilot pada pukul 14.39.59.
“Ini adalah komunikasi terakhir dari SJ-182,” kata Nurcahyo.
Pukul 14.40.05 WIB, FDR merekam ketinggian tertinggi SJ-182 yaitu 10.900 kaki. Kemudian pesawat mulai turun, autopilot tidak aktif saat arah pesawat di 016 derajat, sikap pesawat posisi naik, dan pesawat miring ke kiri.
Sementara tuas pengatur tenaga mesin sebelah kiri kembali berkurang, sedangkan yang kanan tetap.
Berikutnya, sekitar pukul 14.40.10 WIB, FDR mencatat autothrottle tidak aktif atau disengage dan sikap pesawat menunduk. Sekitar 20 detik kemudian, FDR berhenti merekam data.
Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak di perairan antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu pada Sabtu 9 Januari 2021 sekitar pukul 14.40 WIB.
Pesawat jenis Boeing 737-500 itu dipastikan jatuh ke laut setelah empat menit lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten.
Total jumlah penumpang yang berada di pesawat tersebut 62 orang, dengan rincian 56 penumpang dan enam awak pesawat aktif. Sementara, 56 penumpang ini terdiri dari 40 dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga balita.







