BeritaPeristiwa

Klaim OPM Soal Pembunuhan Guru dan Nakes di Papua Dibantah TNI

124
×

Klaim OPM Soal Pembunuhan Guru dan Nakes di Papua Dibantah TNI

Sebarkan artikel ini
tni-tepis-klaim-opm-bunuh-guru-karena-jadi-mata-mata-di-papua
tni tepis klaim opm bunuh guru karena jadi mata mata di papua

Jakarta – Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih membantah klaim Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang menyebut guru dan tenaga kesehatan yang tewas di Papua adalah anggota intelijen militer.

“Semua korban kebiadaban dari gerombolan OPM penjahat kemanusiaan itu korbannya jelas adalah guru dan tenaga kesehatan, bukan anggota atau agen militer. Silahkan bisa dikonfirmasi ke semua pihak terkait,” kata Candra kepada wartawan, Minggu (23/3/2025).

Ia memastikan seluruh korban bukanlah agen militer. Ia pun menantang OPM untuk membuktikan klaim tersebut.

“OPM gerombolan penjahat kemanusiaan memang seperti itu ketika membunuh masyarakat, kemudian OPM mencari sejuta alasan pembenaran. Kini masyarakat sudah mengetahui kebohongan OPM itu,” ujarnya.

Candra menilai, OPM kerap membunuh warga sipil lalu mencari pembenaran dengan menuduh korban sebagai intelijen.

“Pantas saja masyarakat luas selalu mengutuk dan menyebut gerombolan OPM sebagai penjahat kemanusiaan, pelanggar HAM berat,” ucapnya.

Atas kejadian itu, Candra menegaskan TNI akan mengambil tindakan tegas terhadap OPM. “OPM harus bertanggungjawab aksi biadabnya. Aparat keamanan akan bertindak tegas,” katanya.

Sebelumnya, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) OPM mengaku bertanggung jawab atas tewasnya enam guru dan tenaga kesehatan di Distrik Anggruk, Yahukimo, Papua Pegunungan, Jumat (21/3/2025).

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menyebut aksi pembunuhan tersebut dilakukan oleh Ohyon Elambu bersama Yosua Sobolim.

Sebby menuding para korban guru dan tenaga kesehatan tersebut sebagai mata-mata militer Indonesia. Ia menegaskan, TPNPB-OPM tak akan membiarkan aksi mata-mata yang menyaru sebagai guru maupun tim medis.