Bekasi – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi meluncurkan Talent and Innovation Hub (TIH) sebagai langkah untuk memperkuat kolaborasi antara talenta dan dunia usaha dalam mendorong pembukaan lapangan kerja baru.
Program ini diposisikan sebagai jawaban atas persoalan ketenagakerjaan, terutama ketimpangan antara keterampilan tenaga kerja dan kebutuhan industri yang terus berkembang.
Peluncuran TIH berlangsung di Balai Perluasan Kesempatan Kerja (BPKK) Bekasi, Selasa (28/4/2026), dan diikuti secara daring oleh ribuan peserta dari berbagai daerah.
Kehadiran program ini menandai arah baru pengembangan sumber daya manusia yang tidak lagi bertumpu pada pelatihan semata, tetapi juga menekankan inovasi serta kewirausahaan.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyebut Talent and Innovation Hub merupakan bagian dari transformasi BPKK agar balai tersebut menjadi ekosistem yang menghubungkan pelatihan, inovasi, dan kebutuhan industri.
Dengan pendekatan ini, pemerintah ingin membentuk talenta yang tidak hanya siap bersaing di pasar kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja.
“Kita ingin balai ini menjadi tempat bertemu, tempat berdiskusi, tempat mengembangkan ide, mengembangkan inovasi, mengembangkan kewirausahaan. Dan insyaallah balai kita siap memfasilitasi itu,” kata Menaker.
Yassierli menjelaskan, rangkaian kegiatan dalam TIH mencakup penguatan kompetensi berbasis kebutuhan industri melalui berbagai program pelatihan.
Fokusnya antara lain pada keterampilan digital, kecerdasan buatan (AI), kewirausahaan, serta peningkatan kapasitas bagi penyandang disabilitas. Tidak berhenti di kelas pelatihan, peserta juga akan terlibat dalam pembelajaran berbasis proyek untuk menghasilkan solusi atau produk yang sesuai dengan permintaan pasar.
“Melalui Talent and Innovation Hub, kita ingin memastikan Indonesia tidak hanya memiliki talenta unggul, tetapi juga mampu memberdayakan talenta untuk menciptakan inovasi inklusif yang berdampak,” katanya.
Selain pelatihan, TIH juga menyediakan program inkubasi bisnis bagi startup dan pelaku usaha. Dalam tahap ini, peserta akan memperoleh pendampingan intensif mulai dari pengembangan ide usaha, validasi pasar, hingga penyusunan model bisnis yang berkelanjutan.
Kegiatan lain yang disiapkan meliputi sesi berbagi pengetahuan atau knowledge sharing serta talkshow yang membahas isu-isu strategis, mulai dari inovasi talenta, kebutuhan industri, hingga praktik rekrutmen yang inklusif.
TIH juga memfasilitasi business matching untuk mempertemukan talenta, startup, dan pelaku usaha dengan industri serta calon investor, sehingga membuka peluang kerja sama dan akses pendanaan yang lebih luas.
Menaker turut mengajak masyarakat, organisasi, yayasan, dan asosiasi untuk menjalin kerja sama melalui nota kesepahaman atau MoU dengan balai tersebut. Ia menegaskan Kemnaker memiliki dukungan meski terbatas, termasuk instruktur dan jejaring yang bisa dimanfaatkan untuk melahirkan talenta unggul.
“Silakan masyarakat melalui organisasi, yayasan, asosiasi lakukan MoU dengan Balai kami. Kita ada anggaran walaupun itu terbatas. Kita punya instruktur, kita punya jejaring. Dan inilah harapan kita dari balai ini muncul talenta-talenta unggul, ada skema-skema sertifikasi pelatihan, dan ada inovasi-inovasi baru yang kita harapkan bisa memberikan dampak untuk bangsa,” pungkasnya.







