Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjajaki potensi platform digital ProConnect untuk memperkuat konektivitas antara pencari kerja dan pemberi kerja. Fokus utama pembahasan adalah sektor pariwisata dan perhotelan.
Co-Founder ProConnect, Gautama Adi Kusuma, menjelaskan platformnya dirancang khusus untuk sektor tersebut. Tujuannya adalah membantu rekrutmen yang efektif dan mendukung pengembangan karier.
“ProConnect dirancang untuk membantu pemberi kerja melakukan proses rekrutmen secara lebih efektif dan berbasis kepercayaan,” kata Gautama, Rabu (7/1/2026).
Platform ini menawarkan fitur verifikasi kemampuan dasar dan kredensial.
Pendekatan skills-based matching, verifikasi kredensial pendidikan dan pelatihan, serta kolaborasi dengan institusi pendidikan menjadi andalan.
Kemnaker menyambut baik inisiatif ini. Mereka mengakui adanya tantangan struktural di pasar kerja, terutama mismatch kompetensi.
Pemanfaatan platform digital dinilai strategis untuk mempertemukan permintaan dan penawaran tenaga kerja.
Kemnaker berharap ProConnect dapat menjadi solusi, khususnya di sektor pariwisata dan perhotelan.
Pertemuan ini akan ditindaklanjuti dengan pembahasan teknis. Potensi sinergi dan integrasi ProConnect dengan KarirHub, portal lowongan kerja resmi Kemnaker, juga akan dieksplorasi.
Audiensi ini dihadiri oleh perwakilan dari ProConnect dan jajaran pejabat Kemnaker.







