Berita

Kementerian LHK Terjunkan Tim Khusus Analisis Longsor Cisarua, Peningkatan Pertanian Sayuran Disorot

110
×

Kementerian LHK Terjunkan Tim Khusus Analisis Longsor Cisarua, Peningkatan Pertanian Sayuran Disorot

Sebarkan artikel ini
kementerian-lhk-terjunkan-tim-khusus-analisis-longsor-cisarua,-peningkatan-pertanian-sayuran-disorot
kementerian lhk terjunkan tim khusus analisis longsor cisarua, peningkatan pertanian sayuran disorot

Bandung Barat – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) akan menerjunkan tim khusus untuk mendalami penyebab longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.

Pendalaman akan dilakukan secara saintifik, seperti yang sebelumnya diterapkan di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofik, menegaskan pentingnya penanganan lingkungan secara saintifik.

“Tidak bisa main kira-kira,” ujarnya saat berada di Desa Pasirlangu, Ahad (25/1/2026).

Tenaga ahli akan bergabung dengan pemerintah kabupaten untuk melakukan pendalaman detail terhadap lanskap.

Hasil pendalaman ini akan menjadi bahan evaluasi, termasuk perbaikan lingkungan pada lanskap kawasan.

Pendalaman diperkirakan memakan waktu 1-2 minggu. “Kami mungkin perlu waktu 1-2 minggu untuk menyelesaikan kajian detail,” kata Hanif.

Kajian akan melibatkan ekspert dari akademisi dan BRIN untuk merumuskan langkah-langkah yang tepat.

Hanif menyoroti dominasi pertanian sayuran di kawasan Cisarua, seperti kol, kubis, dan paprika.

Menurutnya, sayuran tersebut bukan tanaman asli Indonesia, melainkan berasal dari daerah subtropis seperti Amerika Selatan.

Tren perkebunan tanaman ini terus meningkat, dan Hanif menyebut keberadaannya pada 2025 tidak semasif sekarang.

Masifnya perkebunan sayuran di perbukitan meningkatkan risiko bencana, berbeda dengan pepohonan keras yang akarnya memperkuat tanah.

Faktor lingkungan ini dinilai berpengaruh terhadap risiko bencana, meskipun curah hujan di Cisarua lebih ringan dibanding saat bencana di Sumatera atau Ciliwung.

“Sehingga harus saja langkah-langkah mendasar keberanian kita semua untuk menyelamatkan penduduk yang lain,” terang Hanif. Langkah-langkah tersebut harus dilakukan dengan hati-hati dan sistematis.