Berita

Kemensos Dampingi dan Rehabilitasi Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta

116
×

Kemensos Dampingi dan Rehabilitasi Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta

Sebarkan artikel ini
4f988eec0c720edcad218fb9bfeb2a59.jpg
4f988eec0c720edcad218fb9bfeb2a59.jpg

Tangerang – Kementerian Sosial (Kemensos) menegaskan komitmennya untuk memberikan bantuan pendampingan rehabilitasi sosial dan trauma healing intensif bagi anak berhadapan hukum (ABH) berinisial F, pelaku peledakan di SMA Negeri 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara pada 7 November 2025. Langkah ini diambil guna memastikan proses pemulihan F berjalan optimal, di tengah kondisi pelaku yang hingga kini masih belum dinyatakan pulih sempurna oleh pihak kepolisian.

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menjelaskan bahwa peran Kemensos akan difokuskan pada masa rehabilitasi. “Salah satu peran Kemensos nanti mungkin pada masa-masa rehabilitasi. Jadi, masa-masa rehabilitasi kita akan coba memberikan pendampingan yang bekerja sama dengan Kepolisian,” ujar Gus Ipul di Tangerang, Sabtu (22/11/2025).

Lebih lanjut, Gus Ipul menyebut rehabilitasi terhadap ABH ini akan melibatkan lembaga-lembaga yang memiliki keahlian dalam deradikalisasi serta layanan psikososial. Ia menekankan bahwa tugas Kementerian Sosial adalah membantu proses rehabilitasi tersebut.

Sementara itu, Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa F, pelaku ledakan SMAN 72 Jakarta, belum layak untuk diperiksa. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan pada Jumat (21/11/2025) bahwa kondisi ABH belum pulih sepenuhnya. “Dari dokter menyatakan itu belum (layak dimintai keterangan), karena dia masih bengong, terus ngomong sebentar kadang masih kayak belum pulih sepenuhnya,” kata Budi.

Menurut Budi, dokter baru saja melepas alat bantu makan F, dan pelaku masih dalam tahap adaptasi pemulihan. Saat ini, penyidik masih fokus memeriksa kerabat pelaku dan saksi anak yang menjadi korban insiden tersebut.

Insiden peledakan di masjid SMAN 72 Jakarta menyebabkan 96 orang mengalami luka-luka. Hingga 21 November 2025, tiga korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Kombes Budi Hermanto merinci, ketiganya dirawat di Rumah Sakit Yarsi, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), dan Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Sementara itu, 93 korban lainnya telah kembali ke rumah masing-masing setelah menerima penanganan medis.

Gus Ipul juga menyampaikan rencana pembentukan satuan tugas (Satgas) khusus untuk mencegah kejadian serupa di SMAN 72 terulang kembali. Pembentukan satgas ini masih menunggu arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Ia menambahkan bahwa Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) serta kementerian terkait lainnya telah ditugaskan untuk menangani langkah-langkah pencegahan. “Pada dasarnya kita tahu Presiden memiliki atensi yang sungguh-sungguh terhadap kejadian kemarin itu, dan telah menugaskan sejumlah menteri untuk melakukan langkah-langkah bagaimana ke depan untuk bisa mencegah, memitigasi berbagai hal yang kita tahu bisa berdampak buruk terhadap siswa,” pungkasnya.