Berita

Keluarga Indonesia Hadapi Tekanan Biaya Hidup Tinggi di 2025

519
×

Keluarga Indonesia Hadapi Tekanan Biaya Hidup Tinggi di 2025

Sebarkan artikel ini
70-persen-keluarga-indonesia-tertekan-biaya-hidup,-separuh-tanpa-rencana-keuangan
70 persen keluarga indonesia tertekan biaya hidup, separuh tanpa rencana keuangan

Jakarta – Dompet keluarga Indonesia semakin tipis di tahun 2025 akibat lonjakan biaya hidup. Survei terbaru mengungkap, mayoritas masyarakat merasakan tekanan berat pada anggaran rumah tangga.

Financial Resilience Index Sun Life Indonesia 2025 mencatat, 70% masyarakat merasakan dampak kenaikan harga kebutuhan pokok sehari-hari.

Kondisi ini memaksa keluarga melakukan sejumlah penyesuaian.

Sebanyak 58% masyarakat mengurangi pengeluaran yang dianggap tidak terlalu penting.

Bahkan, 43% terpaksa memangkas anggaran untuk kebutuhan yang seharusnya menjadi prioritas.

Di tengah kesulitan ekonomi, harapan untuk masa depan tetap membara.

Survei menunjukkan 71% keluarga memiliki keinginan kuat untuk meningkatkan kekayaan.

Sebanyak 73% bahkan menargetkan warisan untuk pendidikan generasi penerus.

“Keluarga Indonesia saat ini berada di persimpangan jalan,” kata President Director Sun Life Indonesia, Albertus Wiroyo, Rabu (3/12/2025).

Mereka harus berjuang memenuhi kebutuhan mendesak, sembari mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

Chief Marketing Officer Sun Life Indonesia, Maika Randini, menekankan pentingnya pendampingan finansial yang sesuai dengan setiap fase kehidupan keluarga.

Sementara itu, Certified Financial Planner, Aline Wiraatmaja, menyoroti kesulitan keluarga dalam menyeimbangkan kebutuhan saat ini dengan tujuan jangka panjang.

Ia menyarankan perlunya kerangka keuangan yang terstruktur.

Literasi dan ketahanan finansial menjadi kunci di tengah tantangan ekonomi dan impian mewariskan pendidikan.

Penguatan kedua aspek ini menjadi pekerjaan rumah mendesak bagi seluruh pihak.