Ecozone

Kebakaran Pasar Wonogiri: Kerugian Pedagang Mencapai Rp 83 Miliar

119
×

Kebakaran Pasar Wonogiri: Kerugian Pedagang Mencapai Rp 83 Miliar

Sebarkan artikel ini
86c5c292f7f5481a0a5cfe1b3cc921d7.jpg
86c5c292f7f5481a0a5cfe1b3cc921d7.jpg

Wonogiri – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berharap pembangunan kembali Pasar Kota Wonogiri dapat menjadi prioritas Kementerian Perdagangan. Langkah ini dinilai krusial untuk memulihkan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah tersebut pasca-kebakaran.

Dalam kunjungannya ke Pasar Kota Wonogiri pada Kamis, 9 Oktober 2025, Ahmad Luthfi menyalurkan bantuan senilai Rp 1 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan sarana dan prasarana darurat, guna memungkinkan para pedagang kembali beraktivitas.

Kebakaran yang melanda Pasar Kota Wonogiri pada 6 Oktober 2025 lalu telah menghanguskan bangunan dan ratusan kios. Insiden ini menyebabkan aktivitas sebagian besar pedagang lumpuh. Kerugian akibat kebakaran pasar tersebut ditaksir mencapai hampir Rp 83 miliar, khususnya kerugian yang dialami para pedagang.

“Kita harus segera melakukan pemulihan agar masyarakat atau penjual, yang jumlahnya ada 749 orang, bisa tetap berjualan meskipun dalam situasi darurat,” ujar Ahmad Luthfi di sela-sela kunjungannya.

Ahmad Luthfi menyatakan telah berkoordinasi dengan Bupati Wonogiri mengenai lokasi yang bisa digunakan sebagai pasar darurat, sebelum pembangunan Pasar Kota Wonogiri dilaksanakan. Ia mengusulkan pasar darurat dapat menempati area di pinggir-pinggir pasar. “Prinsipnya agar para pedagang tersebut bisa tetap bergerak (berjualan),” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa kebakaran pasar sering terjadi, seperti halnya yang menimpa Pasar Slogohimo sebelumnya. Oleh karena itu, Luthfi menekankan pentingnya langkah-langkah pencegahan di masa mendatang.

“Saya sudah minta kepada Polda (Kepolisian Daerah Jawa Tengah) dan Labfor (laboratorium forensik) agar meneliti betul penyebab terjadinya kebakaran, sehingga tidak terulang kembali,” tuturnya.

Menurut Ahmad Luthfi, pasar adalah urat nadi perekonomian masyarakat Kabupaten Wonogiri. Dengan terulangnya kebakaran pasar, ia berpendapat ada penyumbatan informasi kepada masyarakat, sehingga perlu ada edukasi, termasuk kepada pengelola pasar.

“Kita juga harus mempercepat pembangunan kembali pasar. Ini sudah saya kejar agar Dinas Perdagangan segera membuat DED (Detail Engineering Design) dan site plan. Nanti kami kawal ke Kementerian Perdagangan untuk menjadi prioritas,” imbuhnya.

Sementara itu, untuk Pasar Slogohimo yang sebelumnya juga mengalami kebakaran, pembangunan akan direncanakan pada tahun 2026.

Salah satu pedagang, Naning Amintasih, mengungkapkan kebakaran pasar telah menghanguskan kios beserta barang dagangannya berupa pakaian. “Saya sudah tidak punya apa-apa. Minta bantuan berapa pun tidak apa-apa, yang penting bisa mulai lagi,” ucap Naning.

Pedagang lainnya, Siswanto, berharap pembangunan pasar dilakukan secepatnya agar mereka bisa kembali mencari nafkah. Siswanto bahkan mengatakan tidak berharap bantuan uang, hanya ingin pasar dibangun kembali.