Ecozone

KB Bank Kaji Penyesuaian Bunga Floating KPR Usai BI Rate Naik

9
×

KB Bank Kaji Penyesuaian Bunga Floating KPR Usai BI Rate Naik

Sebarkan artikel ini
50a8aa329bda7eb681428bb6a0c7d0cb.jpg
50a8aa329bda7eb681428bb6a0c7d0cb.jpg

Jakarta – PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) kini tengah melakukan kajian mendalam terkait potensi penyesuaian suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Langkah ini diambil sebagai respons atas keputusan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%.

Presiden Direktur KB Bank, Kunardy Darma Lie, menegaskan bahwa penyesuaian bunga, terutama untuk skema floating rate, akan dilakukan secara bertahap. Pihaknya akan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kondisi likuiditas, biaya dana atau cost of fund, hingga dinamika pasar terkini.

Kunardy menjelaskan, kenaikan BI Rate biasanya akan lebih dulu berdampak pada suku bunga Dana Pihak Kecil (DPK), seperti deposito, sebelum akhirnya ditransmisikan ke bunga kredit.

“Perubahan BI Rate pada prinsipnya dapat memengaruhi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) dan skema floating rate. Kami sedang mengkaji dampaknya terhadap kondisi pasar secara keseluruhan,” ujarnya.

Bagi para debitur, KB Bank memastikan bahwa nasabah yang saat ini masih berada dalam periode bunga tetap (fixed rate) tidak akan terdampak oleh kenaikan tersebut. Nasabah akan tetap menikmati suku bunga sesuai dengan perjanjian awal hingga periode fixed berakhir.

Setelah periode tersebut usai dan debitur memasuki masa floating, suku bunga akan disesuaikan mengikuti SBDK yang berlaku saat itu. Sesuai dengan POJK Nomor 22 Tahun 2023, bank wajib memberikan pemberitahuan kepada nasabah paling lambat 30 hari sebelum perubahan suku bunga efektif diberlakukan.

Di tengah tren suku bunga tinggi, KB Bank menyadari adanya tantangan dalam penyaluran KPR karena masyarakat cenderung lebih selektif dalam mengambil pembiayaan jangka panjang. Namun, pihak bank tetap optimistis menjaga kualitas portofolio kredit tetap sehat melalui prinsip kehati-hatian.

Untuk memberikan fleksibilitas, KB Bank menyediakan berbagai pilihan produk KPR melalui Star Mortgage, mencakup skema fixed to floating, fixed sepanjang tenor, hingga fixed berjenjang. Ragam produk ini diharapkan mampu menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan finansial nasabah.

Tahun ini, KB Bank mematok target pertumbuhan penyaluran KPR di level double digit. Komitmen menjaga rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) juga tetap menjadi prioritas perusahaan agar selaras dengan target perbaikan kinerja yang telah ditetapkan sejak awal tahun.

a3cf670222d28bd25724ab7153b30cee.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Harga logam industri melanjutkan tren penguatan sejak awal tahun 2026. Kenaikan terjadi pada sejumlah komoditas utama seperti aluminium, timah, dan nikel, didorong kombinasi ketatnya pasokan global, kebijakan produksi negara produsen, hingga ekspektasi pelonggaran suku bunga dunia. Berdasarkan data Trading Economics per Jumat (22/5/2026), harga aluminium naik 0,35% secara harian menjadi US$ 3.650 per ton dan telah…

922265d1500f3a5e0f13f8968786dcbe.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan depan diproyeksikan akan kembali tertekan lantaran hasil kocok ulang FTSE Indonesia. Jumat (24/5/2026), IHSG ditutup di level 6.162,04 pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). IHSG mengakumulasi penurunan 8,35% dalam sepekan. Jika ditarik lebih jauh lagi, penurunan IHSG sudah 18,48% dalam sebulan terakhir. Sejak awal tahun, penurunannya sudah 28,74%…

318ebc2b448acee9974e9ceafc2d3828.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Reli harga logam industri sejak awal tahun 2026 diperkirakan masih berlanjut hingga kuartal III-2026. Penguatan harga aluminium, timah, dan nikel ditopang kombinasi pemulihan manufaktur global serta gangguan pasokan struktural di sejumlah negara produsen utama. Berdasarkan data Trading Economics per Jumat (22/5/2026), harga aluminium naik 0,35% secara harian menjadi US$ 3.650 per ton dan telah melesat 47,67% secara year…