Padang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat (Sumbar) mengajukan permohonan bantuan modifikasi cuaca ke BNPB. Langkah ini diambil untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin meluas di wilayah tersebut.
Delapan kabupaten dan kota di Sumbar dilaporkan terdampak karhutla sejak Mei hingga Juli 2025.
“Diperkirakan sekitar 200 hektar lahan terbakar,” ujar Kabid Rehabilitasi Rekonstruksi BPBD Sumbar, Ilham Wahab, Rabu (23/7/2025).
Kabupaten Solok dan 50 Kota telah menetapkan status tanggap darurat akibat karhutla.
Selain kedua daerah tersebut, Pesisir Selatan, Pasaman, Tanah Datar, Padang Pariaman, Kota Payakumbuh, dan Kota Padang juga merasakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan ini.
BPBD Sumbar telah berkoordinasi dengan BNPB untuk mendapatkan bantuan peralatan dan teknologi modifikasi cuaca. Upaya ini diharapkan dapat membantu memadamkan api dan mencegah karhutla meluas lebih jauh.







