Jakarta Selatan – Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyatakan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) adalah fondasi utama untuk mencapai Indonesia Emas 2045.
Pernyataan ini disampaikan saat acara Buka Puasa Bersama di Auditorium Mutiara STIK/PTIK Polri, Kamis (26/2/2026).
Acara ini bertujuan memperkuat sinergi antara Polri dengan berbagai organisasi masyarakat (ormas), organisasi kepemudaan (OKP), mahasiswa, dan elemen masyarakat sipil.
Kapolri menyoroti tantangan global saat ini.
Konflik geopolitik, perang dagang, dan kejahatan lintas negara menjadi ancaman nyata.
“Kita merasakan bagaimana konflik geopolitik, perang dagang, hingga berbagai kejahatan transnasional seperti narkoba, perdagangan manusia, dan judi online menjadi ancaman yang harus kita hadapi bersama,” ujarnya.
Sigit menekankan bahwa gangguan keamanan dapat berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi dan investasi.
Kepercayaan dunia usaha bisa menurun jika keamanan tidak terjaga.
“Apabila stabilitas tidak kita jaga dengan baik, ini akan berdampak pada stabilitas ekonomi. Jika berlarut dan tidak terkendali, bisa memicu perpecahan bangsa dan kemunduran di berbagai sektor,” katanya.
Polri memandang menjaga kamtibmas sebagai kontribusi strategis untuk pembangunan nasional.
Sigit mengajak seluruh elemen bangsa, terutama pemuda dan mahasiswa, untuk menjaga persatuan.
Ia mengingatkan peran penting pemuda sebagai motor penggerak perubahan.
“Kesatuan dan persatuan menjadi modal utama bangsa untuk membangun dan mencapai tujuan nasional,” tegasnya.
Kapolri juga berkomitmen untuk terus berbenah diri dan menindak tegas pelanggaran yang dilakukan oleh anggota Polri.
Stabilitas kamtibmas yang terjaga akan menciptakan ruang aman bagi demokrasi, investasi, dan pertumbuhan ekonomi.







